oleh



Dua Penjual Sate Babi di Padang Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung

PADANG (Metrans)

Dua terdakwa yakninya Bustami (56) dan Evita (47), yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Padang karena terbukti menjual sate babi, menempuh upaya hukum, kasasi ke Mahkamah Agung setelah menerima salinan putusan dari Pengadilan Tinggi Padang.

Menurut kuasa hukumnya Nurul Ilmi cs, kliennya diputus oleh PT dengan hukuman pidana masing-masing selama tiga tahun penjara.


"Atas putusan tersebutlah kita melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung," katanya kepada Metrans, Selasa (22/10).

Ia menambahkan bahwa setelah menerima salinan putusan, pihaknya akan menyampaikan memori kasasi ke MA RI. Ia memberikan argumen untuk kliennya bahwa, dalam putusan hakim PT disebutkan ada unsur kesengajaan dan kelalaian.

"Atas dasar itu kita melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung," ujarnya.

Sementara itu Humas Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Padang, Gutiarso menyebutkan akan mengirim berkas tersebut ke Mahkamah Agung.

"Ya kita tunggu dulu salinan putusan dari PT setelah itu, baru dikirim ke Mahkamah Agung," imbuhnya.

Sebelumnya majelis hakim PN Klelas I A Padang, menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Evita dengan hukuman pidana selama tiga tahun penjara dan terdakwa Bustami selama dua tahun dan sepuh bulan.

Dalam putusan yang dipimpin oleh Agus Komarudin beranggotakan Gutiarso dan Lifiana Tanjung beberapa waktu lalu, terdapat perbedaan dalam putusan tesebut. Majelis hakim menilai terdakwa Evita yang sangat berperan dalam produk makanan bercampur babi, sedangkan Bustami yang merupakan suami Evita hanya bersifat membantu.

Tak hanya itu, majelis hakim juga menilai perbuatan kedua terdakwa telah membuat masyakat Minangkabau marah, karena masyarakat Minangkabau menjunjung tinggi "adat basandi syarak, syarak basandi kitabulah".

Majelis hakim juga berpendapat para terdakwa, telah melanggar pasal 62 huruf (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan d, Undang-Undang Nomor 8, tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP Pidana.

Sebelumnya kedua terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Padang masing-masing selama tiga tahun penjara.

Seperti yang diketahui sebelumnya, kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri (pasutri), diduga menjual sate berbahan babi, di kawasan Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Keduanya ditangkap berdasarkan informasi masyarakat. Setelah dilakukan pengujian Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM), dinas perdagangan, dan dinas kesehatan, sate tersebut dinyatakan haram untuk dimakan.

[Murdiansyah Eko]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru