ASIK MEROKOK DAN KELUYURAN SAAT PBM

Enam Siswa "Dicokok" Satpol PP di Nagari Salido, Painan

Enam orang siswa yang ditangkap Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesisir Selatan, digiring ke Mako Pol PP daerah itu, karena keluyuran saat jam pelajaran, Selasa (14/11).

PAINAN (Metrans)

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pesisir Selatan, mencokok (menangkap) enam orang pelajar yang tengah asyik nongkrong, di saat jam proses belajar mengajar (PBM) berlangsung.

Para pelajar ini sedang asyik duduk-duduk sambil merokok, di salah satu warung, di Kampung Luar Salido Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Selasa (14/11) sekitar jam 09.00 WIB.


Ke-enam pelajar itu adalah ; “BT” siswa kelas 2 MTsN Salido, “MI” siswa kelas 1 SMA Negeri 1 Painan, “FD” siswa kelas XI SMA Negeri 2 Painan, “LG” siswa kelas 2 SMK PGRI Painan, “BS” siswa kelas 3 Pesantren dan “AL” dan “AF” siswa kelas 3, yang juga dari Pesantren Al Kasaf Salido.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pessel, Dailipal, mengatakan, pihaknya melalui petugas akan terus melakukan razia terhadap siswa yang keluyuran di saat jam belajar.

Dari razia tersebut pihaknya menahan enam pelajar yang terdiri dari dua siswa SLTP dan empat pelajar setingkat SLTA, yang mana pada saat ditangkap,  siswa tersebut terlihat tengah asik menikmati rokok.

"Dari enam siswa ini, yang tengah asik merokok ada dua orang, diantaranya “BS” dan “AF”, keduanya ini merupakan sama-sama santri di Pesantren Al Kasaf Salido," katanya kepada Metrans.

Dailipal mengatakan, enam pelajar yang berhasil ditangkap dan digelandang ke Mapol PP Pessel untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan.

"Enam pelajar yang kena jaring ini, sebelum dikembalikan ke sekolah, terlebih dahulu diberi arahan, yang tentunya juga membuat surat perjanjian agar tidak lagi mengulangi perbuatanya,  dengan dihadiri guru dan orang tua," terangnya.

Ia menyampaikan, kuatnya pengaruh yang bisa membawa generasi muda, terutama pelajar terjerumus pada hal-hal negatif, perlu dilakukan pengawasan dari semua elemen yang ada.

"Pengawasan tersebut bukan saja dilakukan oleh guru, masyarakat dan lingkungan, tapi yang lebih penting lagi adalah pengawasan dari orang tua siswa itu sendiri. Saya katakan demikian, sebab banyak cara yang bisa dilakukan terhadap anak, bila tidak mentaati atau patuh kepada orang tua," sebutnya.

Dikatakanya, enam orang pelajar yang ditangkap itu, aalnya berasal dari laporan masyarakat. Sebab setiap harinya pelajar ini selalu nongkrong pada warung tersebut.

"Untuk itu, penertiban pelajar yang keluyuran di saat jam belajar itu, akan terus dilakukan di seluruh wilayah Pessel, mulai dari utara Kecamatan Koto XI Tarusan batas Kota Padang, sampai ke selatan Kecamatan Silaut batas provinsi," katanya. (mil)


Jangan Lewatkan