oleh

AKIBAT TERGERUS ARUS SUNGAI

Ferizal Ridwan Tinjau Jembatan Jorong Nenan yang Terancam Roboh

SARILAMAK (Metrans) 

Akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari belakangan, mengakibatkan sebuah jembatan di jorong Nenan Nagari Maek, Kecamatan Bukik Barisan, terancam roboh akibat pangkal jembatan yang merupakan akses penghubung satu satunya itu, terputus karena tergerus air sungai yang cukup deras.

Dengan didampingi anggota BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan langsung ke lokasi bencana, melewati medan yang sangat berat, guna memastikan keselamatan masyarakat jorong Nenan itu, Minggu, (3/2) sore.


"Ini sangat rawan, dengan intensitas hujan yang semakin tinggi, dipastikan tebing pangkal jembatan akan semakin tergerus air, dan jembatan sewaktu waktu bisa saja roboh," ucap Ferizal Ridwan di hadapan puluhan masyarakat Jorong Nenan sembari memantau keadaan jembatan berlantai kayu yang hampir tumbang itu.

Sambil menunggu datangnya alat berat dan perbaikan yang sifatnya permanen, sebagai langkah awal perbaikan sementara, Ferizal Ridwan mengajak warga untuk bergotong royong memberi penyangga berupa tiang pada pangkal jembatan. Karena menurut informasi beberapa warga, masih ada 3 buah mobil lagi yang masih terjebak di seberang jembatan untuk perlu dievakuasi.

"Saya kira langkah pertama yang perlu segera diambil ialah mengevakuasi mobil, setelah itu siapkan jalur alternatif untuk sepeda motor. Yang jelas, jangan sampai ada korban, dan masyarakat jangan sampai resah," sebut pria yang akrab disapa buya itu.

Pada kesempatan itu, Wali Nagari Maek, Apri Hendra yang turut hadir di lokasi berharap agar pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk segera menindaklanjuti bencana putusnya jembatan Nenan, karena ini merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat.

"Untuk langkah awal, kami telah berupaya gotong royong bersama masyarakat, selain itu, kita juga telah memberikan laporan terkait bencana ini kepada BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Limapuluh Kota," pungkasnya.

Senada dengan Wali Nagari Maek, Apri Hendra, Kepala jorong Nenan, Dedi, juga berharap masalah putusnya jembatan ini hendaknya dapat ditanggulangi dengan sesegera mungkin oleh pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.

"Sebagai daerah penghasil gambir, jembatan Nenan merupakan akses satu satunya bagi masyatakat kami untuk mengangkut hasil panen, putusnya jembatan tentu berimbas pada perekonomian masyarakat," ungkapnya. (li2)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru