TUNTUT SELESAIKAN SENGKETA TANAH

Forum Nagari Tigo Sandiang Datangi DPRD Padang

Komisi I DPRD Kota Padang menghadapi aspirasi masyarakat yang tergabung dalam Forum Nagari Tigo Sandiang yang mengeluhkan masalah sengketa tanah.

PADANG (Metrans)

Masyarakat Koto Tangah, Pauh, dan Nanggalo Kota Padang yang tergabung dalam Forum Nagari Tigo Sandiang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang Jumat (10/1) untuk menyampaikan keluhan mereka terkait sengketa tanah yang belum terselesaikan sampai sekarang.

Ketua Forum Nagari Tigo Sandiang Marzuki Onmar pada Metrans mengemukakan bahwa masalah ini sudah sekian lama diresahkan oleh masyarakat enam kelurahan di Kota Padang.


“Tuntutan kami adalah tolong dibuka pemblokiran masalah tanah yang sudah disertifikat BPN ini sehingga tidak bisa ditransaksikan karena dikatakan terkunci. BPN sampai sekarang belum berani buka. Dengan pemblokiran ini, masyarakat tidak bisa memfungsikan hak miliknya yang sudah bersertifikat. Kami minta dicabut kembali surat pengadilan dengan vonis No. 90 tahun 1931 itu karena itu hasilnya tidak benar,” urai Marzuki.

Objek perkara berupa tanah tersebut diklaim masyarakat sekitar dimiliki masyarakat namun tidak bisa ditransaksikan karena menurut Badan Pertanahan Nasional terkunci. Perkara ini bermula adanya gugatan terhadap Makboet selakuTergugat I dan Oesoes selaku Tergugat II pada tahun 1931 yang dikenal dengan perkara Perdata No. 90 dengan Objek Perkara berupa tanah yang terletak di Kelurahan Tunggul Hitam dengan batas sepadan di sebelah Utara berbatas dengan Sungai Kurao yang di seberangnya tanah Penggugat (Naamloze Vennootschap Exploitatie Van Omroerende Goederen) yang dibuka ladang padi, sebelah Selatan berbatas dengan Sungai Kurao yang di seberangnya ada kebun kelapa milik Oeban, sebelah Barat berbatas dengan Sungai Kurao yang di seberangnya ada kebun kelapa juga milik Oeban, dan sebelah Timur berbatas dengan tanah Penggugat yang dibuka kebun kelapa oleh Taka.

Marzuki sendiri menyatakan terimakasih kepada DPRD Kota Padang yang telah menyambut baik keluhan masyarakat ini.“Syukurlah DPRD punya kepedulian tinggi. Meski ini belum bisa dibahas tuntas, tapi DPRD berjanji untuk berembuk dan rapat kembali pada Kamis minggu ini,” kata Marzuki.

“Kami sangat berharap Pemko memperhatikan masalah ini. Kami tidak ingin nantimasyarakat bertindak liar.Kita takut akan hal itu,” imbuh dia berharap.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra, mengatakan DPRD Kota Padang, melalui Komisi I, akan focus pada masalah ini.

“Jika memungkinkan, kita akan buat Pansus terkait hal ini. Ini lead sector Komisi I. Ini akan jadi perhatian kami. Tapi sekarang, DPRD mencoba mengumpulkan informasi secara komprehensif terlebih dahulu. Di sini kita memang melihat ada kejanggalan, Dalam rangka mencari kebenaran kita perlu kehati-hatian. Itulah yang kita siapkan,” ujarnya.

Dikatakan, dalam pekan ini DPRD Kota Padang akan kembali berembuk dengan Forum Nagari Tigo Sandiang untuk mencari solusi bagi masalah sengketa tanah ini. (yyn)


Jangan Lewatkan