Galeri Rajut Bungo Rayo Hadir di Padang

Anggota komunitas rajut foto bersama sebelum pembukaan Galeri Rajut Bungo Rayo, di Jalan S. Parman No 97 C, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). (Foto : Febriansyah Fahlevi)

PADANG (Metrans)

Sabtu, 19 Januari 2019, jam 09.00 WIB, sekitar 23 orang perempuan mengenakan baju muslim berwarna hitam dengan motif kembang merah, plus jilbab berwarna merah sibuk menata halaman Galeri Rajut Bungo Rayo, di jalan S. Parman No 97 C, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Maklum hari itu adalah peresmian galeri rajut milik kelompok usaha bersama (Kube) oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Zabendri.


Puluhan ibu-ibu ini terlihat bersemangat, maklum ini merupakan galeri rajut pertama yang lahir di Kota Padang.

Menurut Ketua Komunitas Rajut Bungo Rayo, Yurneli, komunitas ini mulai berdiri semenjak tahun 2016, diprakarsai oleh para wanita yang memiliki hobi dan minat yang sama, yaitu merajut dan berkreasi dengan rajutan.

“Komunitas kami ini terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, pegawai BUMN aktif serta pensiunan, ASN, dokter, guru dan lainnya,” kata dia.

Awalnya kata Yurneli, mereka hanya saling berkumpul, berkreasi dan saling berbagi ilmu. Namun belakangan mereka ingin keberadaannya diakui dan sah secara hukum.

”Bila keberadaan komunitas ini memiliki legalitas yang jelas, kami ingin mendapatkan dukungan dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian serta dinas terkait lainnya,” katanya.

Pada dasarnya kata Yurneli, komunitas ini didirikan sebagai wadah peningkatan eksistensi, kemampuan, kemandirian dan penguatan sisi finansial bagi anggota Kube ini.

Selain itu kata dia, tujuan Galeri Rajut Bungo Rayo ini didirikan adalah sebagai store display dan sentra produk kerajinan yang diproduksi oleh para anggota Kube.

“Kita juga ingin galeri ini lahir menjadi tempat berbagi ilmu, bertukar informasi dan belajar mengajar tentang ilmu kerajinan rajutan,” ujarnya.

Kemudian yang tak kalah pentingnya, kata Yurneli, dia bersama teman komunitasnya ingin menjadikan galeri ini sebagai pusat perhatian wisatawan yang berkunjung ke Kota Padang.

Bahkan katanya, mereka juga membuka diri bagi investor terhadap kerajinan rajutan yang mulai berkembang di Kota Padang.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang, Zabendri diwakili Kasi Bina Industri, Mardi SE, MM, menyambut baik hadirnya Galeri Rajut Bungo Rayo ini.

Ia berharap komunitas ini bisa melahirkan kerjasama yang baik, karena komunitas perajut ini ini cukup banyak di Kota Padang.

Namun kata dia, komunitas perajut yang memiliki galeri, ini baru pertama kali hadir di Kota Padang

Ia mengatakan, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang selalu memberikan perhatian pada pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di kota ini.

Sebagai bukti, kata Mardi, Komunitas Rajut Bungo Rayo pada tahun 2018 lalu telah mendapatkan mesin sebanyak delapan unit dari Disnakerin Kota Padang, yaitu enam unit mesin cangklong dan 2 unit mesin seset kulit. (feb)


Jangan Lewatkan