KISAH PILU PRIA ASAL PARIAMAN

Gempa Gagalkan Suharman Persunting Yusra Fitriani

Suharman dan Yusra Fitriani

PIDIE marawa di alek gadang/ manga baganti jo kain hitam/ barek kaki den langkah kan/

badan raso ndak batulang/ uda tabujua di muko palaminan.  Den imbau imbau indak manjawek/

mato tapiciang tangan balipek/ dendang baganti baganti jo ratok tangih/ den arok suntiang nan kuniang ameh/ ka dipakaikan ka diri denai/  bapisah kito bapisahsabalun basandiang.


***

 

Lagu Ratu Sikumbang bertajuk Marawa itu, serasa melantun di telinga Yusra Fritriani. Impian untuk naik pelaminan bersama kekasih hati Suharnas, sirna sudah. Gempa bermagnitudo 6,5 pada Skala Reichter memupus semua impian.

Suharnas (31), pria asal Sungai Limau Padang Pariaman yang sudah bertahun-tahun menetap di Gampong Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya dan akan mempersunting gadis pilihannya di Pidie Jaya, adalah salah satu korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan toko, setelah gempa 6,5 SR mengguncang kawasan Pidie Jaya, pada Rabu pagi (7/12/2016).

Suharnas merupakan calon Linto Baro (pengantin) dan menurut rencana akan melangsungkan pernikahan hari ini, Kamis (8/12/2016) dengan Yusra Fitriani, gadis cantik pilihannya berasal dari Desa Dayah Timu, Kecamatan Meureudu.

Namun suratan takdirnya ternyata tidak sesuai dengan kehendak hatinya. Tuhan berkehendak lain, Suharnas 'diistirahatkan' Sang Khalik dalam musibah gempa kemarin pagi. Suharnas tertimbun reruntuhan bangunan di rumah toko (ruko) di tempat ia tinggalnya selama ini di Jalan Iskandar Muda Kota Meureudu, sekalian untuk usaha arlojinya yang diberinama Rina Arloji.

Tak hanya Suharnas yang tewas, karena reruntuhan gempa itu juga merenggut nyawa adik kandungnya bernama Rika (26) bersama suaminya Sumadi. Mereka bertiga selama ini menetap di ruko tersebut.

Selain itu, Pada Selasa malam (6/12/2016) sekira pukul 24.00 WIB atau beberapa jam sebelum gempa dahsyat itu terjadi, ada lima orang saudaranya yang baru datang dari Banda Aceh ke ruko Suharnas untuk menyaksikan hari bahagia Suharnas, akad nikahnya yang akan berlangsung di KUA Meureudu.

Kelima orang itu adalah kakak kandungnya, Rina (40) bersama suami dan tiga anaknya yang juga tewas tertimbun dalam reruntuhan ketika dihoyak gempa Rabu pagi itu.

Sebelumnya juga ada kabar bahwa yang tertimbun dalam musibah tersebut adalah sebanyak 23 orang, termasuk keluarga Suharnas yang katanya datang dari Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, namun informasi itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Aparat TNI dan Polri bersama masyarakat sampai Kamis malam masih terus menggali sisa-sisa reruntuhan untuk mencari korban, karena diduga masih ada warga yang terjebak.

"Benar seharusnya sepupu saya, Yusra Fitriani menikah hari ini di Gampong Beunot, Kecamatan Merdu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh," kata sepupu dari mempelai wanita, Ayub, di Merdu, Kabupaten Pidie Jaya.

Ia mengaku bekerja di Makassar, Sulawesi Selatan, dan sengaja datang ke kampung halamannya itu tidak lain untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut.

Namun, satu hari menjelang pesta bersejarah itu, calon mempelai pria menjadi korban di toko tempat usahanya selama ini yang roboh.

"Tapi ini musibah yang harus diterima oleh keluarga," kata Ayub lagi.

"Informasinya dari 28 korban yang ditemukan di areal kompleks ruko itu pada Rabu (7/12) kemarin merupakan keluarga dari mempelai pria yang berasal dari Padang," kata Jamil, pelayan warung kopi yang bersebelahan dengan ruko yang ambruk itu.

Muslim yang mertuanya tinggal di gampong mempelai perempuan itu, mengaku mertuanya hari ini mendapatkan undangan adanya pesta pernikahan itu.

 

Tapi bagaimana lagi, musibah sudah terjadi, kata pria beranak dua itu pula. (Riza Fahriza/*)


Jangan Lewatkan