oleh



Grand Opening TdS 2018 di Bukittinggi Tampilkan Pagelaran Seni Multi Etnis

BUKITTINGGI (Metrans)

Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menggelar Pagelaran Seni dan Budaya bertajuk Festival Multi Etnis yang dimulai Selasa 30 Oktober hingga Kamis 1 November 2018 di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi, kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Grand Opening Tour de Singkarak (TdS) ke 10 tahun 2018.

Secara simbolis Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama-sama Wakil Ketua DPRD, Yontrimansyah, Kadisparpora Bukittinggi, Erwin Umar dan Dispar Provinsi Sumatera Barat serta penyelenggara menabuh tambua tamsa bertanda dibukanya kegiatan Pagelaran Seni dan Budaya bertajuk Festival Multi Etnis.


Pada pembukaan kegiatan Pagelaran Seni Budaya bertajuk Festival Multi Etnis ini, hadir Wakil Ketua DPRD, Yontrimansyah, unsur Forkopimda, Kepala OPD, sejumlah tamu undangan dan masyarakat Kota Bukittinggi sekitarnya membanjiri lapangan Wirabraja.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini, mengatakan, tahun ini merupakan tahun keempat pelaksanaan kegiatan multietnis di Kota Bukittinggi. Kegiatan ini tentunya secara langsung dan tidak langsung, meningkatkan pengetahuan serta partisipasi masyarakat tentang budaya multietnis yang ada di Indonesia.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Walaupun berbeda-beda kita tetap satu Indonesia. Berbagai suku dan ras tentu memiliki seni dan budaya. Ini yang disatukan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini tentu positif untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia termasuk Kota Bukittinggi sendiri,” ungkap Ramlan.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga Kota Bukittinggi, Erwin Umar, menjelaskan, Pagelaran Seni Budaya bertajuk Festival Multi Etnis ini, dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2018 di Lapangan Wirabraja Kota Bukittinggi. Kegiatan ini diikuti oleh delapan etnis kelompok masyarakat yang ada di Kota Bukittinggi.

“Bukittinggi merupakan kota dengan masyarakat yang Heterogen. Dimana didalamnya terdiri dari masyarakat yang berasal dari sejumlah etnis. Mereka hidup berdampingan secara aman, nyaman dan damai. Setiap etnis tentunya memiliki berbagai kesenian dan kebudayaan yang pada tiga hari ini kita tampilkan dalam pagelaran ini,” jelasnya.

Acara Pagelaran Seni Budaya bertajuk Festival Multi Etnis, diadakan malam hari, adapun rangkaiannya adalah hari pertama Selasa malam (30/10) menampilkan pertunjukan dari etnis budaya Minang, Melayu dan Batak, hari kedua Rabu malam (31/10) menampilkan pertunjukan dari etnis budaya China, India dan Tapanuli.

Dan hari ketiga Kamis malam (1/11) menampilkan pertunjukan dari etnis budaya Nias, Jawa dan Jepang yang juga dimeriahkan oleh Cosplay Anime. Disamping itu pada siang hari ditempat yang sama juga dilaksanakan pameran pertanian, perkebunan dan tanaman pangan.(win)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru