oleh



Gubernur Sumbar Berpeluang Sabet Satya Lencana Lagi

PADANG (Metrans)

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menjadi salah satu calon kuat penerima penghargaan Satya Lencana Wirakarya bidang pemerintahan dalam pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kelautan tahun 2017. Irwan akan bersaing dengan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Setelah lolos seksi adminitrasi yang dilakukan, para tim penilai sedang melakukan kunjungan lapangan untuk memastikan 14 indikator yang menjadi syarat pengusulan tersebut terpenuhi. Kamis (24/8) Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit melakukan ekpos dihadapan tim penilaian.


“Hari ini kita melakukan ekpos. Setelah ekspos adminstrasi langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan untuk penghargaan satya lencana yang akan diterima Gubernur Sumbar. Usulan yang disampaikan dicocokan dengan kondisi lapangan terkait indikator penilaian terhadap penghargaan satya lencana yang akan diberikan nanti. Diantaranya soal budidaya penyu, penanaman pohon untuk mencegah aprasi pantai, dan lain-lain. Diharapkan dengan upaya pemerintah daerah provinsi Sumbar dalam pembangunan kelautan dan perikanan di Sumbar dapat menjadikan Gubernur Sumbar mendapatkan penghargaan tersebut,” sebut Nasrul Abit usai rapat dengan tim penilaian satya lencana Wirakarya di ruang rapat istana gubernuran, Kamis (24/8)

Ia menambahkan dari penilaian yang dilakukan tim, awalnya ada 18 kepala daerah yang masuk kategori untuk diberikan penghargaan. Namun setelah dilakukan verifikasi, sekarang hanya tinggal dua gubernur yang berkesempatan mendapatkan penghargaan itu.

“Mudah-mudahan Gubernur Sumbar dapat penghargaan satya lencana yang kemungkinan akan diberikan pada bulan November 2017,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan, dari 14 indikator yang menjadi syarat untuk mendapatkan penghargaan satya lencana tersebut telah dilakukan melalui upaya pemerintah daerah dalam pembangunan kelautan dan perikanan di provinsi Sumbar.

“Untuk penataan ruang berkelanjutan, provinsi Sumbar telah menghasilkan beberapa peraturan daerah yang berkaitan dengan penataan ruang, diantaranya tiga perda sebagai pentunjuk dan perhatian dalam menjaga lingkungan kelautan dan perikanan di Sumbar,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemulihan kerusakan lingkungan kawasan pesisir telah dilakukan dengan rehabilitasi ekosistem, diantaranya dengan penanaman vegetasi pantai dan melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove. Untuk kegiatan restorasi sumber daya kelauatan di Sumbar difokuskan pada ekosistem terumbu karang, padang lamun, mangrove dan lain-lain. Termasuk juga dengan membentuk kawasan konservasi perairan daerah di 7 kabupaten/kota wilayah pantai di Sumbar.

“Adaptasi dan mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, pengelolaan pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan, rencana aksi dan tindakan nyata dalam pembangunan kelautan, ketersediaan pembangunan mercusuar bagi provinsi, ketersedian tempat pelelangan ikan, ketersedian dermaga atau pelabuhan untuk sarana aktifitas perikanan, dana alokasi khusus untuk perikanan, partisipasi kelompok nelayan, partisipasi masyarakat dalam penanaman mangrove di pesisir pantai, pengembangan dan pemamfaatan pariwisata bahari secara berkelanjutan, promosi pariwisata bahari dan penyelenggaraan iven-iven di bidang kelautan. Itu semua menjadi upaya Pemprov Sumbar dalam pembangunan kelautan dan perikanan,” kata dia. (pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru