oleh

SETELAH DITAHAN PEMERINTAH MESIR

Gubernur Sumbar Sambut Dua Mahasiswa Minang di BIM

PADANG (Metrans)

Suasana haru dan isak tangis warnai kedatangan dua mahasiswa asal Sumatra Barat, Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis yang ditahan di Kepolisian Aga, Provinsi Dhakaliyah, Mesir.

Dua mahasiswa Minang tersebut tiba di Bandara BIM Padang dengan selamat menggunakan pesawat Garuda GA 162, Minggu (3/9) pukul 13.15 WIB. Mereka disambut oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan pihak keluarga.


"Alhamdullilah dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir. Untuk itu kami dari Pemprov sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan," ujar Gubernur Irwan Prayitno saat menyambut kedatangan mahasiswa asal Sumbar dipintu kepulangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Dikatakan Gubernur, sejak ditahannya kedua mahasiswa asal Sumbar ini pada 1 Agustus lalu, Pemprov Sumbar telah intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan Nurul dan Hadi ini.

"Kita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini mahasiswa yang melakukan studi di Mesir asal Sumbar ada sekitar 300-an. Tetapi jika digabung dengan se-Indonesia ada ribuan. Sehingga, adanya kasus ini meminta mahasiswa yang melakukan studi disana untuk belajar dengan serius.  

Saat ini, Pemprov tengah berkomunikasi dengan pihak Dubes untuk mengurus transkrip nilai mereka. Sebab, kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. "Jadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya. Kita menawarinya untuk kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol, namun mereka lebih memilih melanjutkan kuliah di Mesir. Untuk itu, kita akan memfasilitasinya," katanya.

Menurut Irwan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini. Dari hasilnya mereka berdua tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. Jadi mereka tidak diblacklist.

Pemprov Sumbar mendukung mahasiswa asal Minang yang melakukan studi di Mesir. Bahkan, kata Irwan wisma laki-laki dan Perempuan hanya Sumbar yang punya di Kairo.

"Jadi mahasiswa kesana itu untuk belajar dan mereka adalah calon ulama masa depan. Kita di Sumbar sangat butuh peran ulama. Makanya kita memberikan perhatian lebih. Buktinya, Sumbar hanya satu-satua provinsi yang memiliki wisma putra dan putri di sana," terangnya.

Ia meminta mahasiswa yang saat ini masih melakukan studi di Mesir untuk berhati-hati, jangan memasuki wilayah yang tengah konflik. Selain itu, Irwan minta mahasiswa yang kuliah disana untuk fokus kuliah dan jangan terlibat dengan kegiatan lain yang bisa membahayakan keselamatan diri.

Sementara Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis menyebutkan dirinya tidak bersalah. Saat kejadian dirinya ditangkap saat berbelanja di warung. Dirinya, tidak mengetahui bahwa daerah tersebut sedang konflik.

"Kita diambil aja di jalan. Katanya mau periksa visa. Tidak tahunya malah ditahan," katanya.

Nurul menyebutkan saat ini dirinya ingin berkumpul dulu dengan orang tua. Setelah itu, baru memikirkan kuliahnya. "Saya sudah rindu dengan orang tua. Kini saya ingin kumpul dulu dengan keluarga. Sedangkan untuk kuliah, saya berharap tetap bisa melanjutkan di Mesir. Tanggung tinggal beberapa semester lagi. Untuk itu, saya berharap pemerintah Indonesia bisa memfasilitasinya," kata Nurul yang diamini oleh Hadi.(pep)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru