Hasil Rapid Test: 20 Calon Perwira Polda Sumbar Terindikasi Positif Covid-19

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)

Virus corona atau Covid-19 tidak pandang bulu dan dapat menjangkiti siapa pun. Baru-baru ini, masyarakat ramai memperbincangkan soal kondisi para siswa di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Sukabumi, Jawa Barat.

Sedikitnya, 20 dari 46 orang siswa Setukpa asal Polda Sumatera Barat (Sumbar) yang sedang mengikuti pendidikan di Lemdikpol Sukabumi dinyatakan teridikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test atau tes cepat. Hasil tersebut diketahui usai dilakukan rapid test terhadap 1.550 siswa Setukpa. Mereka termasuk ke dalam 300 orang siswa Polri yang terindikasi tersebut.


Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan bahwa 20 dari 46 orang siswa Setukpa asal Polda Sumbar positif berdasarkan hasil rapid test.

"Memang ada 46 orang polisi Bintara Polda Sumbar yang dididik menjadi perwira di Lemdikpol Sukabumi. Setelah melaksanakan pendidikan, mereka biasanya dikasih cuti. Sebelum cuti, mereka semua dilakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk dicek dengan rapid test. Setelah itu, dari 46 orang siswa, 20 di antaranya dinyatakan tidak sehat atau positif berdasarkan rapid test," ungkap dia dalam jumpa pers online Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar bersama awak media, Sabtu (4/4).

Kendati demikian, hasil reaktif tersebut berarti positif terpapar virus. Menurutnya, hasil itu berdasarkan rapid test, bukan sebagai penegak diagnostik. Sesuai prosedur pemerintah, untuk benar-benar dikategorikan positif corona, seseorang harus melakukan satu kali rapid test lagi. Jika hasilnya kembali positif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan.

"Jadi mereka yang 20 orang itu, karena belum sehat, belum diberi izin cuti pendidikan. Mereka itu dicek menggunakan alat rapid test, dan hasilnya positif. Untuk diketahui, rapid test itu tingkat keakuratannya tidak 100 persen. Ada beberapa pengalaman, berdasarkan rapid test memang positif, tapi ketika uji Swab, negatif. Nah, kalau hasil Swab mereka positif, baru itu akurat," lanjut dia.

Untuk saat ini, kata dia, 20 orang siswa Setukpa asal Polda Sumbar itu masih diupayakan tindakan-tindakan kesehatan dan upaya penyembuhan di Lemdikpol Sukabumi. Sementara, untuk 26 orang siswa yang dinyatakan sehat, diperbolehkan kembali pulang ke Sumbar. Namun, mereka tetap dikarantina di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Padang Besi, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang.

"Untuk yang 26 orang dinyatakan sehat, dia diizinkan pulang dan melaksanakan cuti pendidikan. Kemudian sampai di Sumbar, karena dari luar daerah, mereka harus dikarantina. Sesuai kebijakan Kapolda, karantina tidak dilakukan di rumah masing-masing, tetapi di SPN Polda Sumbar. Mereka sudah dikarantina sejak Senin (30/3) dan dikarantina selama 14 hari. Berdasarkan laporan Kepala SPN, mereka dalam keadaan sehat," beber dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan hasil rapid test itu ditemukan sebanyak 300 dari 1.550 siswa positif Covid-19.

"Dari 300 siswa SIP yang positif Covid-19 melalui pemeriksaan cepat ini, sudah dilakukan isolasi khusus di Setukpa Lemdikpol Sukabumi," kata Argo di Sukabumi, Rabu (1/4) seperti dilansir Antara.

Argo mengatakan rapid test yang dilakukan secara massal kepada 1.550 siswa SIP ini dilakukan setelah ada seorang siswa yang mengeluh sakit demam berdarah dengue (DBD), dan delapan lainnya juga mengeluh mengalami demam tinggi.


Jangan Lewatkan