TEMU PEMIMPIN BUMDes NASIONAL DI PADANG

Hingga Tahun 2020 Ditargetkan 5000 BUMDes di Indonesia

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kemendes PDTT Taufik Madjid didampingi Wagub Nasrul Abit serta Ketua Forum BUMDes, Febby Dt Bangso serta stakeholder terakit saat membuka Musyawarah Nasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun 2018, Senin (27/8).

PADANG (Metrans)

Perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di beberapa wilayah di Indonesia, turut menjadi penyumbang peningkatan perekonomian masyarakat yang ada di desa ataupun nagari. Tahun 2020 Kemendes PTT menargetkan lima ribu BUMDes baru di Indonesia.

"Dengan pengelolaan BUMDes yang betul-betul, maka manfaat untuk masyarakat sangat dirasakan. Apalagi, dalam menunjang perekonomian masyarakat di desa maupun nagari," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Taufik Madjid saat membuka Musyawarah Nasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tahun 2018, Senin (27/8).


Disebutkannya, Kemendes PDTT menargetkan dalam rencana strategis (renstra) hingga tahun 2020 ada 5 ribu BUMDes. Ditargetkan 100 BUMDes setiap tahun. Namun, perkembangan BUMDes di Indonesia saat ini cukup signifikan yang mana saat ini sudah ada 39 ribu BUMDes yang tercatat.

"BUMDes kita telah melebihi target dari renstra. Bahkan, tercatat ada 39 ribu BUMDes. Tapi unit usaha yang bergerak ada sekitar 31 ribu BUMDes," ujarnya.

Dikatakannya, karena adanya BUMDes ini yang sudah dirasakan masyarakat perdesaaan yakni menurunnya angka kemiskinan. Dan, peningkatan perekonomian.

"Dari catatan kita sudah banyak desa yang meningkat perekonomiannya, yakni 5 ribu desa dari sangat tertinggal sudah ada sekitar 8 ribu lebih menjadi desa berkembang. Lalu, dari 2 ribu desa berkembang sudah ada 3 ribu lebih menjadi desa maju dan mandiri. Bahkan, itu telah kita ukur juga melalui Indeks Desa Membangun yang merupakan tolak ukur hasil penilaian terhadap keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) melalui pemanfaatan Dana Desa (DD)," katanya.

Dicontohkan Taufik, salah satu desa yang maju karena BUMDes yakni, desa Ujung Kidul dengan memanfaatkan BUMDes dalam pengelolaan wisatanya. Dan, komitmen dari perangkat desa dan masuyarakatnya melalui dana desa. Maka, hasil yang dirasakan masyarakat disana perekonomian menjadi terangkat. Bahkan, penghasilan pertahun disana mencapai Rp4 miliar.

"Untuk itu, kontribusi BUMdes ini sangat penting. Karena, merupakan konsumen utama peningkatan perekonomian masyarakat. Sebab, BUMDes mengelola potensi sumber daya yang ada didesa," ulasnya.

Tambahnya, meskipun beberapa BUMDes telah ada yang sukses. Namun, pihaknya akan terus melakukan monitoring dan evaluasi kepada bumdes yang ada. Dan, memotivasi daerah lain untuk mendirikan BUMDes dengan pengelolaannya yang sangat berdampak untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, keberadaaan BUMDes sangat membantu apalagi dalam meningkatkan perekonomian di desa atau nagari. Bahkan, di Sumbar saja ada sekitar 885 desa atau nagari. Dan, baru terbentuk sekitar 617 unit Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) atau lebih dikenal dengan BUMDes.

"Dari 617 unit tersebut. 96 unit dalam tahap persiapan, 272 unit sudah berkembang dan 249 unit sudah masuk kategori mandiri. Dan, kami bertekad pada akhir tahun 2019 semua desa atau nagari yang ada di Sumbar sudah membentuk BUMDes atau BUMNag," katanya.

Lanjut Nasrul, pada bulan Juli 2018 lalu, Menteri Desa telah mempublikasikan bahwa Provinsi Sumbar sebagai Provinsi percontohan BUMDes Nasional setelah Yogyakarta dan Bali.

"Untuk itu, kita harap kedepannya BUMDes atau BUMNag dapat menjadi motor perngerak perekonomian masyarakat pedesaan menuju masyarakat yang sejahtera," harapnya.

Ketua Forum BUMDes, Febby Dt Bangso mengungkapkan, adanya forum BUMDes ini dapat membantu pengembangan unit BUMDes yang ada di seluruh Indonesia. Karena dari data dari Kemendes PDTT hampir 38ribu BUMDes sudah terbentuk di Indonesia. Namun, masih ada BUMDes ini masih belum jalan dan berkembang.

"Untuk itu, dengan forum ini kita dapat memberikan edukasi dan saling bahu membahu dalam mengerakan BUMDes di Indonesia. Karena ini akan berdampak kepada kemajuan desa. Sesuai dengan program pemerintah yang ingin pembangunan merata keseluruh daerah di Indonesia termasuk di daerah pedesaan," katanya. (pep)


Jangan Lewatkan