oleh

KABID HUMAS POLDA SUMBAR:

Informasi DPO Teroris di Sumbar Belum Jelas Kebenarannya

PADANG (Metrans)
Pengguna sosial media di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang dikejutkan dengan isu DPO Teroris Densus 88 dan Polda Sumbar, Senin (21/5) malam.

Informasi yang belum jelas kebenarannya itu, dimana DPO tersebut yang diduga bernama Firman Hidayat, warga Kota Depok Jawa Barat itu, disinyalir saat ini berada di daerah Sumbar dari Jakarta dengan membawa peralatan dan bahan baku bom ke Padang.

Pada informasi tersebut, juga diimbau masyarakat jika melihat dirinya, untuk melaporkan ke pos polisi terdekat. Informasi tersebut juga berisi imbauan untuk menghindari tempat keramaian dan mengingatkan untuk selalu berhati-hati dan waspada.


Bermacam-macam komentar dari netizen. Bahkan sempat beredar, salah seorang mahasiswa UNP melihat keberadaan DPO tersebut di UNP. Ia sedang mencari keberadaan Perpustakaan UNP.

Diketahui, Firman Hidayat itu sendiri pernah ditangkap Polres Depok pada Agustus 2014 lalu. Ia ditangkap karena memiliki atribut ISIS. Meski dipulangkan, kepolisian tetap memantau gerak-gerik simpatisan ISIS itu.

Tak hanya menjadi kekhawatiran masyarakat Kota Padang, bahkan informasi tersebut juga membuat warga di Kota tetangga menjadi "geger". Banyak yang bertanya-tanya akan kebenaran informasi itu.

Seorang mahasiswa UNP yang tidak ingin disebutkan namanya juga mengatakan dirinya cukup takut mendengar informasi DPO teroris itu. Kemarin malam, ia mengatakan untuk tidak mengikuti perkuliahan pada hari ini, sampai informasi tersebut jelas kebenarannya.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi mengimbau masyarakat khususnya pengguna sosial media untuk tidak terlalu latah dalam menyebarluaskan informasi-informasi yang belum jelas asal muasal dan kebenaran informasi tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut jika mendengar informasi-informasi yang juga belum jelas kebenarannya.

Dikatakan, informasi yang beredar luas di sosial media kemarin malam itu memang belum jelas dan pihaknya belum dapat memastikan informasi itu.

"Belum jelas dan belum dapat dipastikan (informasi semalam -red)," katanya, Selasa (22/5).

Tetapi, ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan cermat dalam menerima informasi yang beredar luas. (Raihan)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru