oleh



Ini Cerita Keluarga MAA, Remaja yang Diamankan Polisi karena Mencari Kelemahan Situs KPU

PAYAKUMBUH (Metrans)

Keluarga MAA (19) kaget dengan kedatangan polisi dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri bersama Reskrim Polres Payakumbuh untuk menjemput MAA ke rumahnya di Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Senin (22/4) sekitar pukul 17.30 WIB. MAA diamankan karena diduga melakukan percobaan Illegal Acces terhadap website KPU RI yang saat ini sedang melakukan input data hasil suara Pemilu 2019. 

Setelah diamankan diamankan di salah satu warung internet (warnet) di Jalan Sudirman Payakumbuh, polisi membawa MAA ke kediamannya untuk menemui orang tuanya. Setiba di rumahnya, polisi mengamankan beberapa barang bukti di antaranya, 1 unit laptop merek Lenovo, 2 buah flashdisk, 2 unit HP merek Samsung beserta SIM Card, 1 unit modem dan 2 SIM Card.


Tidak beberapa lama berada di Mapolres Payakumbuh, pada malam harinya MAA langsung dibawa ke Mabes Polri di Jakarta Selatan. Tidak ada keluarga yang mendampingi MAA. Namun pihak keluarga berhasil diyakinkan oleh Dit Tipidsiber Mabes Polri untuk keselamatan anaknya. 

"Memang saat polisi datang kami terkejut, saya ibunya khawatir dengan anak saya. Tapi dia tampak tenang dan menyampaikan bahwa dirinya tidak bersalah. Awalnya dia memang menolak untuk dibawa, saya juga tanya surat penangkapan, tapi karena anak saya menyampaikan dia tidak bersalah dan polisi juga menyampaikan tidak akan menindak anak saya, dan hanya minta keterangan, maka dia pun dibawa," kata Ibu Kandung MAA, Mira Melinda kepada Metrans di rumahnya, Rabu (24/4). 

Baca Juga: (MAA Peretas Situs KPU Adalah 'Hacker Putih', Mestinya Dirangkul)

Didampingi Paman MAA, Putra Ramadhan, sang ibu menceritakan cerita yang disampaikan MAA, bahwa dirinya hanya mengingatkan website KPU RI memiliki celah sistem di sisi keamanan website. Menurutnya, website KPU terbuka dan berpotensi dibobol pada tanggal 1 April 2019. Bahkan, MAA juga sudah mengirim email ke Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN ) terkait celah yang terdapat pada situs KPU itu.

"Anak saya tidak ada niat jahat. Dia hanya bercerita mengingatkan kalau ada celah di website KPU RI, dan juga sudah mengirimkan surat kepada BSSN untuk mengingatkan sisi keamanan website itu," tambahnya.

Meski masih khawatir dengan kondisi anaknya, namun Mira Miranda sedikit tenang karena sudah bisa berkomunikasi dengan MAA pada pagi ini, Rabu (24/4) sekira pukul 09.00 WIB. Anaknya juga bercerita bahwa saat ini, kondisinya baik-baik saja dan perlakuan polisi sangat baik kepadanya. Bahkan dia juga sudah diizinkan tinggal di rumah pamannya di Jakarta. Namun jika sewaktu-waktu dimintai keterangan, wajib datang ke Mabes Polri. 

"Tadi jam 9.00 WIB saya berkomunikasi terakhir dengannya dan kondisi anak saya baik-baik saja. Katanya dia sudah di rumah pamannya, tapi memang belum diperbolehkan pulang, karena masih dibutuhkan untuk dimintai keterangan. Dia bercerita kepada saya diperlakukan baik oleh pihak kepolisian," tuturnya sedikit tenang.  

Sementara, Paman MAA, Putra Ramadhan menambahkan, sepengetahuannya MAA adalah anak baik-baik dan memang gemar menggeluti dunia internet. Di kamarnya, MAA hanya ditemani laptop, dan bermain HP, sesekali bermain gitar dan skateboards

"Dia anak baik, bahkan merokok pun dia tidak. Dia hanya tamat SMP, dan tidak mau sekolah lagi. Dan hari-harinya ya bermain internet, gitar dan olahraga skateboards ini. Dan saya melihat memang terpajang di dinding kamanya beberapa sertifikat seperti dari SQL Injection Challenge Kominfo, dari AVIRA Vulnerabilities, dari Responsible Disclosire dari McAfee dan dari Bug Report Vulnerabilities Tokopedia," sebut pamannya. 

Disampaikannya, MAA tidak pernah kursus atau belajar internet secara formal di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Namun dia hanya belajar secara otodidak dengan HP dan Laptop miliknya. "Dulu dia memang sering ke warnet, tapi akhir-akhir ini agak jarang. Dia hanya belajar otodidak saja, karena dia tidak sekolah lagi hanya tamat SMP, dan tidak mau sekolah," cerita pamannya. 

Terpisah, Kapolres Payakumbuh AKBP Endrastiawan melalui Kasat Reskrim AKP Ilham Indarmawan, membenarkan ada penangkapan terhadap seorang remaja asal Payakumbuh terkait dugaan percobaan Illegal Acces terhadap website KPU RI dan langsung dibawa ke Mabes Polri. 

"Benar telah dilakukan penangkapan terhadap seorang remaja 19 tahun asal Parit Rantang Payakumbuh. Dan malamnya setelah di Polres langsung dibawa ke Mabes Polri di Jakarta," sebutnya kepada wartawan.

MAA diamankan berdasarkan laporan LP/B/392/IV/2019/Bareskrim, tanggal 19 April 2019 tentang percobaan melakukan Illegal Acces terhadap website KPU. Dari hasil keterangan MAA, memang benar pada hari Kamis tanggal 18 April 2019, antara pukul 11.21 sampai dengan 13.20 WIB, MAA masuk ke salah satu warnet di Payakumbuh. Dengan menggunakan sebuah komputer, mulai dari pukul 11.22 hingga 13.00 WIB, dan melakukan penetration test ke website KPU antara pukul 12.30 sampai dengan 12.32 WIB. 

Lebih lanjut kata dia, aktivitas tersebut direkam oleh MAA menggunakan Bandy Cam. MAA melakukan penetration test melalui tools accunetix untuk web crawler dan scan folder, SQL Map untuk SQL Injection dan Payload, dan menemukan celah open redirect di situs KPU, tetapi tidak mendapatkan celah SQL Injection.

MAA bahkan sudah mengirim email ke BSSN melalui [email protected] pada tanggal 1 April 2019 tentang penjelasan bahwa MAA menemukan celah keamanan di website KPU. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru