oleh



Izin Kelab Malam di Eks Bioskop Karya Payakumbuh Ditolak, Warga: Terima Kasih Pemko

PAYAKUMBUH (Metrans)

Rencana akan dibukanya tempat hiburan malam sejenis kafe dan karoke keluarga di bekas Bioskop Karya, Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat mendapat penolakan dari warga sekitar.

Menindaklanjuti penolakan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Payakumbuh Harmayunis, Camat Payakumbuh Barat L. Kefrinasdi, Sekretaris dan Kabid Satpol PP Payakumbuh Efrizon dan Syafrizal, Lurah NDB, LPM, Ketua Pemuda dan Karang Taruna NDB, serta Pemuda dan tokoh masyarakat setempat melaksanakan prosesi penurunan baliho penolakan yang terpasang di depan gedung tersebut, Senin (11/11).


Masyarakat Nunang Daya Bangun pun berbahagia, karena aspirasi mereka diterima dan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, dimana izin kafe yang rencananya akan beroperasi di Eks Bioskop Karya tidak dikeluarkan oleh Pemko, hal ini berlangsung tanpa aksi anarkis.

 

Dikatakan Kepala DPMPTSP, Harmayunis, sesuai dengan permohonan dari pemilik usaha, dan melihat masukan dan persyaratannya, sebelum diproses oleh dinas terkait, ternyata sudah ada komplain masyarakat.

 

"Lokasi usaha itu didemo warga karena kebetulan dekat mesjid sehingga dipasang baliho penolakan, dan atas penolakan, dibuat dalam bentuk surat pernyataan kepada Walikota menolak diadakan usaha tersebut, CQ nya ke Kepala DPM-PTSP," kata Harmayunis menerangkan.

 

Ia mengatakan, atas dasar itu lah, pihaknya mengundang pengusaha tersebut dan masyarakat serta Sat Intel Polres Payakumbuh dan Satpol PP. Setelah didudukkan bersama, dapat disimpulkan memang tidak mungkin izin usaha tersebut dikeluarkan.

 

Pihak pengusaha, lanjut dia, juga tidak akan membuka tempat usahanya disana, karena dikhawatirkan nanti bergejolak dan timbul riak-riak di masyarakat.

 

"Tadi kita bersama-sama menyaksikan penurunan baliho penolakan karena hal ini sudah diselesaikan dengan baik-baik," katanya.

 

Ditegaskan Harmayunis, Pemko Payakumbuh memang mempermudah perizinan, namun apabila didalam proses izin pendirian usaha itu ada penolakan dari masyarakat, hal ini akan dipertimbangkan terlebih dahulu. Karena kebijakan itu tidak bisa diambil dari satu sisi saja, akan banyak pihak-pihak terkait.

 

"Kita juga melihat jenis izin-izin yang akan dikeluarkan terlebih dahulu, hal ini berlaku ke depan di Kota Payakumbuh. Masyarakat berhak mengajukan penolakan atas izin usaha selagi sesuai dengan regulasi yang ada," katanya.


Sementara itu, Ketua Karang Taruna NDB, Dedi Hendri merespon keputusan Pemko dengan baik, dirinya mengapresiasi atas tidak diberikannya izin oleh Pemko terhadap lokasi usaha kafe hiburan tersebut. 

"Alhamdulillah, suara dan keinginan masyarakat Kelurahan NDB mendapat respon dari Pemko Payakumbuh. Terima kasih kepada Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh beserta jajaran Pemko Payakumbuh," kata Dedi Hendri. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru