PERUT BUNCIT NEL TIBA-TIBA MENGEMPIS

Janda Itu “Menghilang” untuk Menghindari Tanggungjawab

Masyarakat Jorong Lurah Bukik Nagari Balai Panjang menyaksikan polisi sedang menggali kubur orok bayi itu

SARILAMAK (Metrans)

Masyarakat Jorong Lurah Bukik Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga Rabu malam (8/11) masih terus mencari keberadaan Nel Febrianti (40), untuk menanyakan prihal orok bayi yang dikubur di samping rumahnya.

Diketahui, Nel kabur dari rumahnya lewat pintu bagian belakang saat saat ditanya oleh Walinagari Balai Panjang, Elfianti. Sejak saat itu Nel tak kunjung kembali dan diduga dirinya melarikan diri melalui pintu bagian belakang rumah.


(Baca juga: Orok Bayi Dikubur di Samping Halaman Rumah Seorang Janda)

Pasalnya, letak rumah Nel dekat sekali dengan kebun karet dan hutan. Berada sedikit berjarak dari rumah masyarakat lainnya, membuat Nel dengan mudah menghilang dalam rimbunnya hutan dibelakang rumahnya.

"Masyarakat masih terus mencarinya. Dia memang saat ditanya diatas rumahnya kemudian pergi kebelakang dan tidak kembali lagi, kemudian kita lakukan pencarian dan tidak ditemukan," sebut walinagari.

Penemuan kuburan bayi itu berawal dari kecurigaan masyarakat Jorong Lurah Bukik melihat perut Nel Febrianti hamil yang diduga hasil hubungan gelap. Namun, kemudian perut Nel beberapa hari ini sudah mengempes, diduga sudah melahirkan bayi.

Namun herannya bayi Nel tidak ditemukan. Bahkan Nel kepada Kepala Jorong dan Walinagari Balai Panjang Elfianti membantah jika dirinya hamil dan melahirkan.

Anehnya, saat hendak dibuktikan dengan melakukan cek Kerumah sakit, Nel malahan melarikan diri ke dalam hutan di belakang rumahnya. Sehingga, masyarakat yang sudah ramai berada di kediaman Nel bersama sang nenek dan tiga orang anaknya mencoba mencari Nel masuk hutan kebun karet.

"Awalnya masyarakat curiga kalau dia hamil, melihat dari fisiknya. Padahal suaminya sudah meninggal sejak 12 tahun lalu, dan saat ini dirinya berstatus seorang janda dengan tiga anak. Namun beberapa hari ini perutnya mengempes, sehingga diduga yang bersangkutan sudah melahirkan. Bahkan pernah saya melihat ada darah dikakinya mengalir, saat saya tanya dia mengaku darah menstruasi, darah men saya banyak pak," begitu kata Nel ditirukan Walinagari Balai Panjang, Elfianti di TKP.

Pada saat bersamaan, polisi dari Polres Payakumbuh bersama Polsek Luak sampai di lokasi kemudian bersama-sama dengan Wali Jorong dan Walinagari memeriksa di sekitar rumah Nel. Karena dicurigai anak dugaan hasil hubungan gelap sang janda dibuang tidak jauh dari kediamannya.

Benar saja, sekitar 20 meter dari rumah dagang tempat tinggal Nel ditemukan tumpukan tanah baru digali. Namun herannya diatas tanah yang masih merah itu ditanam bibit kelapa. Tetapi kecurigaan kuat bahwa sang bayi dikubur di lokasi itu. Sehingga dilakukan penggalian oleh masyarakat disaksikan Jorong dan Walinagari serta pihak kepolisian.

Sekitar kedalaman 40 centimeter ditemukan plastik dibalut kain dan bau sudah mulai busuk. Kuat dugaan bayi malang itu sudah dikubur sekitar tiga hari.

"Dari penggalian lubang yang diatasnya ditanam pohon kelapa ditemukan plastik dibalut kain. Sehingga diduga itu jasad bayi, karena sudah mulai berbau busuk. Kemudian kita bawa ke RSUD Adnan WD Payakumbuh untuk pemeriksaan lebih lanjut," sebut Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP. Camri Nasution dan Kapolsek Luhak. AKP. Syamsurizal kepada wartawan di lokasi kejadian. (li2)


Jangan Lewatkan