Jenderal Mabes Polri Gadungan Ditangkap Polisi di Padang, Korban Rugi Rp300 Juta

Polisi gadungan berpangkat Brigadir Jenderal ditangkap di Padang.

PADANG (Metrans)

Mengaku sebagai polisi berpangkat Jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal), Wendri Harefa (39) berhasil meraup uang ratusan juta dari korbannya. Polisi gadungan itu dibekuk Tim Opsnal Polsek Koto Tangah di rumah kontrakannya, perumahan Lubuk Intan Blok N 6 RT 005/RW 003, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Saat polisi mendatangi rumahnya, pelaku tak bisa mengelak atas dugaan penipuan yang dilakukan terhadap korbannya yang bernama Ema Suryani (51), seorang pedagang yang beralamat di Komplek Pratama, I Blok D/5 RT 002/RW 018, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah.


Modusnya, pelaku akan menjamin anak korban untuk lolos tes Akademi Kepolisian (Akpol). Sehingga dengan polosnya, korban akhirnya tergiur dengan tawaran pelaku. Apalagi pelaku juga mengaku sebagai polisi yang berpangkat Jenderal dan bertugas di Mabes Polri.

"Ya, kami telah berhasil menangkap polisi pelaku di rumahnya. Selain pelaku, kami juga menyita barang bukti hasil dari penipuan yang dilakukannya," ujar Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda membenarkan kejadian itu, Rabu (22/1).

Rico menambahkan, barang bukti yang disita berupa satu unit mobil Pajero Sport warna BA 1 AW berplat palsu, satu unit mobil Grand Vitara warna Hitam BA 2 A juga plat palsu, satu unit HP Samsung A80 warna Hitam, satu unit Honda CBR tanpa plat momor dan uang sebanyak Rp3 juta.

"Selain itu, kami juga menyita satu buah kaos dalam Brimob. Saat ini, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Mapolsek Koto Tangah untuk proses penyelidikan," sambung Rico.

Sementara itu diketahui, aksi penipuan yang dilakukan oleh polisi gadungan itu bermula saat pertemuannya dengan korban sekira bulan September 2019 di Kedai Grosir Simpang Brimob, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Pada pertemuan mereka, pelaku mengaku sebagai seorang polisi yang berpangkat Jenderal dan berdinas di Mabes Polri dan memberikan nomor Handphonenya. Sekitar dua minggu kemudian, korban menghubungi pelaku bahwa korban sedang ada masalah yakni suaminya bertengkar dengan anggota Brimob.

Pada saat dihubungi, pelaku mengaku sedang berada di Jakarta dan menyampaikan akan segera pulang ke Padang. Beberapa hari kemudian, pelaku kembali datang ke kedai grosir milik korban dan saat itu ia melihat anak laki-laki korban serta menawarkan kepada korban bahwa ia bisa menjamin anak korban menjadi seorang polisi.

Kemudian korban disuruh untuk menyiapkan surat-surat untuk kelengkapan menjadi seorang polisi dan kepada korban pelaku meminta uang sebanyak Rp300 juta sebagai biaya jaminan anaknya menjadi seorang polisi. Selanjutnya korban memberikan uang tersebut kepada pelaku sebanyak lima kali pembayaran.

Pembayaran pertama sebanyak Rp6,5 juta, pembayaran kedua sebanyak Rp50 juta, pembayaran ketiga Rp100 juta, pembayaran keempat dengan jumlah Rp50 juta dan pembayaran kelimanya adalah sebanyak Rp100 juta.

Pada saat pelaku meminta uang pembayaran terakhir pada bulan Desember 2019 sebanyak Rp100 juta tersebut, korban menyampaikan bahwa uang itu dipinjam olehnya kepada Rentenir dan pelaku berjanji kepada korban akan membantu membayar yang dipinjam korban.

Namun sampai bulan Januari pelaku tidak juga tidak menepati janji akan membantu bembayarkan uang. Karena merasa curiga, korban bersama anak, suami dan beberapa orang anggota keluarganya mendatangi pelaku dan menanyakan masalah uang kepada pelaku, tapi jawabannya berbelit-belit.

Karena makin curiga, korban bersama warga menghubungi pihak Polsek Koto Tangah. Sekira pukul 04.00 WIB personil Polsek Koto Tangah mendatangi rumah pelaku dan sesampainya di TKP, pelaku mengaku kepada polisi bahwa ia adalah polisi gadungan dengan pangkat Jenderal yang berdinas di Mabes Polri.


Jangan Lewatkan