Judi Online di Padang Panjang, Petinggi Partai Diringkus Polisi di Warnet

IST.

PADANG (Metrans)

Judi, maksiat, peredaran miras adalah penyakit masyarakat (Pekat) yang senantiasa tidak memilih tempat. Di Kota Serambi Mekah Padang Panjang pun ada hal itu. Baru saja lima pejudi koa ditangkap polisi, Senin lalu sudah tertangkap lagi perjudian yang lebih canggih yakni judi online.

Bahkan, yang bikin masyarakat kota itu kaget, seorang petinggi partai politik juga ikut ditangkap. "Ya, kita tangkap lima orang termasuk yang petinggi partai itu," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, AKP Hidup Mulia ketika dikonformasi oleh Metrans di markasnya.


5 orang penjudi online yang diringkus Satreskrim Polres Padang Panjang itu tertangkap tangan ketika sedang bermain di warung internet Vonda di Jl M. Sjafei kawasan Pasar Baru Padang Panjang Senin siang. 

AKP Hidup Mulia  menyebutkan bahwa sebelumnya sudah ada laporan kepada Satreskrim akan adanya praktik judi online di warnet itu. Tapi karena belum bisa tertangkap tangan, polisi belum mau turun tangan. 

Baru setelah ada laporang yang berkualifikasi A-1, polisi bergerak ke TKP dan menggerebek kelima orang yang sedang asyik main judi online tersebut. 

“Kita menerima laporan (tentang perjudian online) itu dari masyarakat. Kemudian kami menurunkan tim lalu meringkus kelimanya masing-masing berinisial OK (34), EL (47), AF( 52), AG(45) dan YM (52), Yang disebut terakhir adalah seorang petinggi partai politik besar.

Saat Satreskrim Polres Padang Panjang  bertindak, di lokasi ditemukan temukan barang bukti berupa bukti transfer rekening Bank BNI yang disebut sebagai deposit sebesar Rp200.000. Barang bukti lainnya yang diambil polisi adalah sebuah ponsel merk Iphone berwarna putih dan satu ponsel merk Vivo.

Tak hanya itu, polisi juga memboyong Personal Computer (PC) beserta perangkatnya yang diduga dipakai sebagai sarana dan prasarana perjudian online.  Diketahui oleh polisi ternyata YM   bermain judi online untuk jenis toto bersama 4 temannya.

“Semua sudah ditahan di Mapolres untuk proses penyidikan” ujar Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Haryadi didampingi Kasat Reskrim, AKP Hidup Mulia.

Kapolres meminta warga masyarakat untuk menjauhi semua penyakit masyarakat (Pekat) itu. Apalagi, kata dia, Padang Panjang adalah Kota Serambi Mekah.


Jangan Lewatkan