oleh

POPULASI TERNAK SAPI JANTAN KURANG

Kabupaten Solok Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Penyembelihan Hewan Kurban

AROSUKA (Metrans)

Populasi ternak sapi jantan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, (Sumbar) sangat kurang. Kalau pun ada peningkatan, dalam setahun kenaikannya hanya sekitar 1.000 ekor.

Ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Admaizon melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Ir. M. Topan Eka Putra M.Si, di Solok, Kamis (16/8/2018).


Akibat kurangnya populasi sapi jantan itu, kata Topan, Kabupaten Solok kesulitan memenuhi kebutuhan penyembelihan hewan kurban tahun ini.

Selain itu, kata Topan, adanya aturan tidak boleh menyembelih sapi betina produktif untuk hewan kurban Hari Raya Idul Adha, akhirnya membuat Kabupaten Solok kekurangan sekitar 500 ekor sapi jantan untuk memenuhi kebutuhan penyembelihan hewan kurban pada hari raya Idul Adha 1439 Hijriah, yang jatuh pada Rabu 22 Agustus 2018.

Padahal kata Alumni Fakultas Petrnakan Universitas Andalas (Unand) Padang ini, kebutuhan sapi kurban daerah itu diprediksi mencapai 1.500 ekor, sedangkan stok sapi jantan untuk kebutuhan kurban hanya sekitar 1000 ekor.

Ia mengatakan, sesuai data Dinas Pertanian populasi ternak sapi jantan di Kabupaten Solok pada 2018 berjumlah 41 ribu ekor lebih, atau meningkat dari 2017 sekitar 40 ribu ekor.

Sementara pada 2016 tercatat populasi ternak sapi jantan hanya sekitar 39 ribu ekor, sehingga setiap tahun hanya meningkat sekitar 1000 ekor.

“Dengan rendahnya populasi sapi jantan ini, dan adanya aturan dari Kementerian Pertanian yang melarang Rumah Pemotongan Hewan (RPH) menyembelih sapi betina produktif, maka Kabupaten Solok akan kekurangan sapi untuk pemotongan henwan kurban,” kata dia.

Dikatakan, larangan penyembelihan sapi betina produktif ini juga terdapat dalam UU No.41 pada 2014,  tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat 4, menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif,” kata dia.

Kendati demikian kata Topan, stok daging untuk Hari Raya Idul Adha masih aman. “Namun karena masyarakat menyembelih sapi tepat bersamaan ketika hari raya, tentu ketersediaan ternak menjadi perhatian,” katanya.

Topan menegaskan, untuk mengantisipasi kekurangan ini, pihaknya mencoba melakukan pembelian sapi ke pasar tenak yang ada di Sumbar, seperti di Pariaman dan Limapuluh Kota.

Kemudian kata dia, pihaknya juga mendorong pedagang untuk membeli ke provinsi lain seperti Palembang dan Lampung.

Sementara itu, untuk memastikan kesehatan sapi kurban, kata Topan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan, baik ke pasar maupun ke sentra peternakan sapi.

Ia mengatakan, Bidang Kesehatan Hewan sudah terjun melihat kualitas daging hewan dan melakukan uji kelayakan konsumsi.

Topan pun meneskan bahwa  soal kesehatan hewan ternak yang bakal dikurban, sangat penting untuk diadakan pemeriksaan. (feb)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru