SITA BB RP3,3 JUTA

Kacabjari Balai Selasa OTT Pejabat Dinas Dikbud Pesisir Selatan

Kajari Pessel, Yeni Puspita (Satu dari Kanan) dengan didampingi, Kacabjari Balai Selasa, Dede Setiawan, dan Kasi Intel Kejari Pessel, M Miftah Winata, ketika memperlihatkan barang bukti berupa uang di ruang Kajari Painan Pessel

PAINAN (Metrans)

Salah seorang oknum pejabat eselon IV berinisial "N", Kasi pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, tertangkap tangan oleh pihak kejaksaan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Balai Selasa, Rabu (23/5) di depan SDN O3 Silaut sekitar pukul 17.00 WIB.

Kajari Pessel, Yeni Puspita didampingi Kacabjari Balai Selasa, Dede Setiawan dan Kasi Intel M Miftah Winata mengatakan, melalui OTT itu pihaknya menyita barang bukti (BB) berupa uang sebesar Rp3.300.000,-  


"Karena gerak gerik oknum pejabat dengan inisial N cukup mencurigakan, sehingga Kacabjari Balai Selasa, bersama lima anggotanya membuntuti mobil Inova warna hitam yang ditumpangi N dari belakang. Ketika itu N bersama dua stafnya mendatangi sekolah-sekolah yang mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

Setiap sekolah yang didatangi, katanya lagi, dicurigai ada semacam pungutan yang dilakukan," kata dia, Kamis (24/5) di ruang kerjanya.

Dikatakannya, bahwa upaya membuntuti dari belakang oleh tim Kacab Jari Balai Selasa, selalu kalah cepat. Sebab setiap kali sampai ke sekolah yang mereka datangi itu, oknum "N" bersama dua orang stafnya sudah lebih dulu pergi.

"Agar tidak kehilangan jejak, maka dilakukan pemberhentian mobil dengan cara dipepet. Tepatnya di depan SDN 03 Silaut. Setelah dilakukan geledah, ternyata didapatkan Barang Bukti (BB) berupa uang pada laci pintu mobil sebelah kiri dengan total Rp3.300.000. Uang tersebut berasal dari sepuluh amplop, dengan masing-masing amplop yang tertulis nama sekolah yang telah didatangi. Isinya pun beragam, mulai dari Rp200 ribu hingga Rp500 ribu," ujarnya.

Bahwa terkait OTT tersebut, kata dia, pihaknya belum menetapkan siapa tersangkanya, sebab saat ini masih dalam pendalaman.

"Saat ini kita dari pihak Kejaksaan masih melakukan pendalaman, dengan status oknum yang diamankan masih dimintai keterangan," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa terkait BB yang didapatkan, pihak kejaksaan tidak melihat berapa jumlahnya. Namun perbuatan yang dilakukan itu akan memberikan dampak yang besar terhadap keberlangsungan pembangunan di daerah itu.

"Pada tahun 2018 ini,  ada 25 sekolah yang mendapatkan bantuan DAK di Pessel dengan jumlah bantuan antara Rp200 juta hingga Rp500 juta. Semua sekolah penerima bantuan DAK itu, masih dalam tahap awal pencairan dana. Atau belum masuk tahap pengerjaan. Nah,  jika pencegahan terhadap perbuatan yang merugikan keuangan negara ini tidak dilakukan dari awal, maka akan menimbulkan dampak yang besar terhadap kelangsungan pembangunan di daerah ini," jelasnya.

Ia menambahkan, karena oknum N bersama dua staf tersebut masih berstatus dimintai keterangan, sehingga pihak Kejaksaan belum melakukan penahanan.

"Penahanan tidak kita lakukan, karena oknum N bersama dua staf yang juga ASN masih berstatus dimintai keterangan. Siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, itu tergantung dari pengembangan dan keterangan-keterangan saksi nantinya,"terangnya.

Terpisah, menanggapi persoalan itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Zulkifli melalui Sekretaris, Suhendri ketika dihubungi Metrans Kamis (25/5) mengatakan bahwa sebagai jajaran pimpinan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, pihaknya menghargai proses hukum sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

"Itu kami serahkan sepenuhnya kepada proses hukum," katanya.

Dikatakanya, diharapkan ini menjadi pembelajaran bagi ASN dan aparatur lainya supaya tidak bermain-main dengan hukum.

Apa lagi sampai melakukan perbuatan yang melanggar sebagai mana indikasi yang dilakukan oleh salah seorang oknum pejabat dengan inisial N ini. Karena telah ada himbauan dan larangan," jelasnya. (mil)


Jangan Lewatkan