AFRIZAL, SE, BAC INGATKAN:

Kader Gerindra Jangan Sampai Tersangkut Kasus Narkoba

PADANG (Metrans)

Ketua DPC Partai Gerindra Padang Afrizal mengingatkan kader partainya di daerah itu untuk tidak terlibat dengan narkoba, baik sebagai pemakai apalagi sebagai penjual atau pengedar barang haram itu.

“Tak ada ampun bagi kader Partai Gerindra yang terlibat dalam kasus narkoba, apalagi kader yang sudah duduk di lembaga legislative, pasti akan dicopot dari posisinya dan juga di partai,” ujar Afrizal dalam sambutannya pada acara silaturahmi dengan kader Partai Gerindra Padang di kediamannya komplek GOR. H. Agus Salim, Sabtu malam (31/12)


Dia mengatakan, digelarnya kegiatan itu untuk menyikapi imbauan Walikota Padang agar tidak merayakan malam pergantian tahun dengan hura-hura dan berlebihan, dan Partai Gerindra Padang menjadikannya untuk bersilaturahmi dan acara taushiyah yang disampaikan Ustadz Alfian Roni.

“Kita apresiasi imbauan walikota itu. Hanya saja, kenapa acara Maulid yang baru lalu walikota tak mengeluarkan imbauan atau ajakan meramaikan masjid dan sebagainya,” ujar mantan anggota DPRD Sumbar dan mantan anggota DPDRI ini.

Dalam kesempatan itu, Afrizal juga meminta kadernya untuk menyiapkan diri menghadapi suksesi kepemimpinan di Kota Padang tahun 2018 dan pileg 2019 mendatang, dan menuntut kader partai besutan Prabowo Subianto itu untuk dapat memainkan perannya di Pilwako Padang.

“Kekuatan mesin partai harus dimainkan secara maksimal. Targetnya, calon yang diusung Partai Gerindra di Pilwako Padang, harus menang, sebagaimana Pilgub Sumbar tahun 2015 lalu,” katanya.

Khusus untuk calon anggota DPRD Kota Padang, Afrizal menyebutkan akan melakukan seleksi secara ketat dan tidak asal comot saja. Adanya, tingkah laku kader patai Gerindra yang melakukan perbuatan asusila, diakuinya sebagai kelemahan dirinya dalam menyeleksi calon legislatif.

“Kedepan, setiap calon akan diseleksi secara ketat, sehingga akan muncul kader yang berkualitas,” akunya.

Dalam kesempatan itu Afrizal mengakui adanya kader partai yang dihebohkan berselingkuh dan dituding sebagai “penkel” alias pejahat kelamin, memang merusak reputasi Partai Gerindra. Tapi, persoalan itu telah dibahas secara internal partai dan telah ada kesimpulannya.

“Tunggu sajalah tanggal mainnya, diawal Januari 2017 ini, mudah-mudahan masalahnya tuntas dan dapat diselesaikan sebagaimana mestinya,” ujar dia.

Afrizal juga mengingatkan kadernya terutama yang duduk di lembaga legislatif untuk tetap kritis dalam berpartai dan bermasyarakat, begitu juga tidak mudah emosi jika dikritik. Jika mendapat kritik, segera dievaluasi dan cari dimana letak salahnya

“Tapi sikap kritis itu, harus didukung fakta dan tidak menabur fitnah. Kritik tanpa didukung fakta, selain berdampak kepada yang mengkritik, juga berdampak negatif pada partai,”ujarnya dan mengingatkan kader partai, agar berhati-hati menyampaikan kritiknya di media sosial. (jer)


Jangan Lewatkan