Turnamen Sepakbola Balaibaru Cup U-15

Kalah Adu Penalti, SSB Balaibaru Duduki Posisi Kedua

Para pemain SSB Balaibaru U-15

"Kita sudah berjuang. Hasil runner up harus kami terima dengan jiwa besar. Persaiang dalam turnamen ini sangat ketat. Kami dari tim pelatih mengapresiasi perjuangan para pemain. Mudah-mudahan di iven lain kita bisa meraih hasil lebih baik lagi,"

Pelatih SSB Balaibaru U-15, Moris.

PADANG (Metrans)
SSB Balaibaru menduduki posisi kedua dalam turnamen sepakbola Balaibaru Cup U-15, setelah dalam laga puncak di Lapangan Balaibaru, Minggu (27/1/19), Zulkifli dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan SSB Bina Muda Payakumbuh 0-3 (0-0) lewat darma adu penalti.


Dengan keberhasil ini, selain mendapat piala Balaibaru juga berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp.1.000.000. Selain menduduki posisi kedua dalam turnamen yang diikuti 12 peserta se-Sumbar ini, Pemain SSB Balaibaru Zulkifli juga dinobatkan dalam turnamen yang ditutup sesepuh sepakbola Kuranji, Muslim ini.

"Kita sudah berjuang. Hasil runner up harus kami terima dengan jiwa besar. Persaiang dalam turnamen ini sangat ketat. Kami dari tim pelatih mengapresiasi perjuangan para pemain. Mudah-mudahan di iven lain kita bisa meraih hasil lebih baik lagi," ujar pelatih SSB Balaibaru U-15, Moris.

Perjuangan SSB Balaibaru untuk lolos ke partai puncak ini sangat berat. Setelah tampil sebagai runner up grup, di babak delapan besar, para pemain masa depan Kota Padang ini langsung berhadapan dengan juara grup B, SSB Basoko Pariaman. Untuk bisa lolos ke semifinal, Alvin cs harus menuntaskan perlawanan Basoka Pariaman lewat darma adu penalti.

Sama dengan di delapan besar, pada babak semifinal, SSB Balaibaru juga harus berjuang keras untuk bisa memenangkan pertandingan, di mana tim ini juga harus berjuang bisa lolos ke partai puncak lewat adu penalti dengan SSB Imam Bonjol.

Di partai puncak, perjuangan Balaibaru semakin berat. Menghadapi Bina Muda Payakumbuh, Zulkifli dan kawan-kawan harus berjuang keras sepanjang pertandingan. Sejak pertandingan dimulai, kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Meski sama-sama menciptakan peluang, namun hingga laga berakhir kedua tim gagal melesatkan gol.

Sesuai kesepakatan panitia dengan peserta, bila pertandingan berakhir imbang, maka laga dilanjutkan dengan adu penalti. Beda hasil di babak delapan besar, di mana Balaibaru sukses memenangkan adu penalti. Pada partai final ini, para algojo balaibaru gagal menyelesaikan tugas. Dari tiga penendang awal, Balaibaru kesemuanya gagal melesatkan gol.

Berbeda dengan Bina MUda Payakumbuh, empat algojo yang melakukan tendangan, tiga di antaranya sukses melesatkan gol. "Ini pengalaman berharga jelang turun di iven yang lebih tinggi lagi," terang Moris. (can)


Jangan Lewatkan