oleh

UNTUK MALAPEH TARAGAK

Kampoeng Minangkabau akan 'Baralek Gadang' di Kuala Lumpur

KUALA LUMPUR (Metrans)

Kampoeng Minangkabau merupakan peristiwa budaya yang digelar secara masif di pelbagai kota di Indonesia dan juga negara Jiran Malaysia. Peristiwa budaya ini bermakna sebagai ruang promosi dan pengenalan lebih jauh tentang budaya Minangkabau bagi warga asing dan juga ajang silaturahmi malapeh taragak bagi perantau Minangkabau..   

Menurut Andika Cendekia Nugraha, Ketua Pelaksana iven Kampoeng Minangkabau dengan program ‘Pesta Budaya dan Masakan Warisan Minangkabau’, momentum yang tepat bagi para perantau Minangkabau yang ada di Malaysia untuk malapeh taragak.


“Selain malapeh taragak juga menjadi wadah yang tepat bagi para warga negara asing untuk dapat mengetahui lebih dekat seni budaya asli Minangkabau. Kegiatan budaya Kampoeng Minangkabau digelar hanya 2 hari (27-28 April 2019) di Malaysia ini kami berharap berjalan sesuai rencana dan capaian yang diiinginkan,” kata Andika.

Sebelumnya, Kampoeng Minangkabau sukses dilaksanakan sebanyak 11 program yang diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Kampoeng Minangkabau pada April ini bekerja sama dengan Minangkabau Diaspora Network Global (MDN-G) dan Pertubuhan Jaringan Masyarakat Minangkabau Malaysia (JM3). 

Kampoeng Minangkabau mengusung tema ‘Pesta Budaya dan Masakan Warisan Minangkabau’ ini akan digelar pada 27-28 April 2019 di Muzium Negara Malaysia. Sesuai jadwal dan rencana akan dibuka secara resmi oleh YBhg Tan Sri Dato’ Seri Utama DR Rais Yatim.

MDN-G, merupakan wadah orang Minangkabau sedunia untuk bersilaturahmi, membangun nagari dari rantau untuk ranah Minangkabau. Saling mengisi dan memajukan setiap individu yang tergabung di dalamnya. Salah satu capaian MDN-G adalah penerbitan “Minangkabau Card” yang sudah dimiliki oleh beberapa individu, nanti turut diluncurkan di acara Kampoeng Minangkanau itu.

Kampoeng Minangkabau merupakan bentuk nyata dari ide dan gagasan anak muda Minangkabau yang ada di Jakarta. Diketuai Andika Cendekia Nugraha dan Jenni Mulrita sebagai penasihat dikesankan menjadi sarana dan wadah bagi setiap perantau Minangkabau untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan budaya Minangkabau di tanah perantauan. 

“Jangan sampai kita sendiri yang memudarkan budaya kita. Meski merantau, budaya Minangkabau wajib tetap dilestarikan,” kata Andika. 

Di saat terpisah, Jenni Mulrita yang kini juga berstatus sebagai perantau Minangkabau di Jakarta mengungkapkan, Kampoeng Minangkabau juga merupakan wadah bagi para pedagang Minangkabau untuk memperkenalkan dan menjajakan usahanya. 

“Dalam setiap program yang kami gagas, kami selalu memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk dapat menjajakan dagangannya. Karena, basis program kami bukan hanya menonjolkan seni dan budaya, namun juga berfokus pada kuliner khas Minangkabau,” tambah Jenni.

Serupa dengan program-program sebelumnya, ‘Pesta Budaya dan Masakan Warisan Minangkabau” juga akan menampilkan seni, budaya, serta kuliner asli Minangkabau, terutama masakan khas Minangkabau yang boleh jadi sulit dijumpai di Malaysia, seperti sala lauak, sate danguang-danguang, soto padang, lopis, onde-onde, lamang, bubua kampiun, dan lainnya. 

Dari sisi seni dan budaya, alek rang Minangkabau di Malaysia nanti juga akan diramaikan oleh penampilan Bakuruang dari perancang baju berbakat Fari Diano, Dendang Saluang Sagarak dari mahasiswa ISI Padang Panjang, Flashmob Festival 1000 Randai Dunia, serta persembahan budaya lainnya. 

Menariknya, Kintani, artis Minang yang kini sedang ramai dibincangkan dalam ruang publik, turut memeriahkan program Kampoeng Minangkabau di Muzium Negara nanti.

Pertubuhan Jaringan Masyarakat Minangkabau Malaysia (Pertubuhan JM3) ikut andil dalam mendukung penuh program yang digagas oleh anak muda yang tergabung dalam Kampoeng Minangkabau ini. 

Menurut Dirwan Ahmad Darwis, salah satu pejabat Pertubuhan JM3, program ini merupakan gagasan dan ide yang bagus karena ikatan antara Melayu dan Minangkabau sangatlah erat jika ditelisik sejarahnya sejak bertahun-tahun yang lalu. 

“Program yang digagas oleh Kampoeng Minangkabau ini memiliki visi dan misi yang selaras dengan Pertubuhan JM3. Pada hari kedua ‘Pesta Budaya dan Masakan Warisan Minangkabau’, YBhg Tan Sri Dato’ Seri Utama DR. Rais Yatim, penasihat dan penanggung jawab Pertubuhan JM3 turut melancarkan buku bertajuk Generasi Emas Pemikir Gadang Minangkabau’,” kata Dirwan.

Selain itu, Kampoeng Minangkabau juga didukung penuh Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta pelbagai pihak baik di Malaysia maupun di ranah Minangkabau. 

“Kami juga berharap semoga program yang hanya 2 hari di Malaysia ini dapat menjadi perpanjangan tangan serta batu loncatan bagi kami untuk menyelenggarakan program yang sama, dengan visi dan misi yang sama di negara-negara lain,” tutup Andika.

[Kontributor Kuala Lumpur: Nisa Nabila]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru