Karena Bukan Ulama, Sandiaga Mengaku Tak Diundang Hadiri Ijtima Ulama III di Sentul

Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno didampingi H. Herman Nawas saat menyantap makan siang di Rumah Makan Silungkang. (Foto: Raihan Al Karim)

PADANG (Metrans)
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, mengaku tidak menghadiri Ijtima Ulama III yang digelar di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Rabu (1/5). Ketidak datangannya itu karena pihaknya tidak menerima undangan untuk menghadiri acara yang dijadwalkan akan dihadiri 1.000 ulama dan tokoh dari seluruh Indonesia itu.

"Kami tidak diundang Ijtima Ulama. Karena memang sudah disampaikan bahwa yang diundang hanyalah para ulama," kata dia ketika diwawancarai awak media di Masjid Raya Sumbar, Rabu (1/5).

Terkait penting atau tidaknya acara itu, ia mengaku tidak bisa memberikan komentar. Karena dirinya bukan seorang ulama.


"Saya bukan ulama, jadi saya tidak bisa memberikan komentar. Yang bisa memberikan komentar adalah para ulama," bebernya.

Menurutnya, hal itu untuk kepentingan Indonesia. "Jadi kita harus memikirkan kepentingan bangsa. Bagaimana kita membangun negeri ini, pemilu ini harus jujur, adil dan bermartabat. Dan kita harus memikirkan kepentingan bangsa. Karena bukan tentang kalah menangnya. Tapi bagaimana pemilunya jujur adil dan bisa bermartabat," tutupnya.

Makan Nasi Padang

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menyempatkan diri untuk menyantap makan siang di Rumah Makan Silungkang yang berlokasi di Simpang Haru. Kedatangan Sandiaga beserta rombongan, juga disambut langsung oleh Herman Nawas selaku pemilik rumah makan itu.

Bahkan di hadapan Sandiaga, Heman Nawas yang juga pendiri Universitas Putra Indonesia YPTK itu juga membacakan do'a dan membacakan surat Al-Fatihah.

"Mari kita berdo'a dan membacakan Surat Al-Fatihah. Jangan kita mau dibohongi, jangan mau kita dicurangi, tegakkan keadilan!" kata Herman Nawas. (Raihan Al Karim)


Jangan Lewatkan