oleh

UNTUK WARGA KURANG MAMPU

Karyawan PLN 'Badoncek', 184 Pelanggan Baru di Sumbar Nikmati Sambungan Listrik Gratis

PADANG (Metrans)

Seluruh karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat (UIW Sumbar) "badoncek" atau mengumpulkan dana demi mengaliri rumah-rumah yang belum menikmati listrik. Melalui program One Man One Hope, PLN meresmikan kegiatan ini di Sungai Pisang, Kota Padang, Selasa (15/10).

"Kita seluruh pegawai PLN ini mempunyai solidaritas yang sangat tinggi. Hasilnya, di PLN UIW Sumbar kami berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp134.852.500 untuk membiayai 184 sambungan baru bagi masyarakat yang kurang mampu dan belum menikmati listrik," ungkap General Manager PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto.


Sebaran jumlah pelanggan baru dari seluruh penerima manfaat program tersebut, kata dia, yakni di Padang 87 Kepala Keluarga (KK), Solok 38 KK, Bukittinggi 29 KK dan Payakumbuh 30 KK. Ia berharap, dengan adanya program ini, hidup masyarakat yang baru menikmati listrik akan lebih mudah.

Bambang menyatakan, biaya bulanan yang akan dibayarkan oleh masyarakat yang memperoleh bantuan ini akan lebih murah dibandingkan menggunakan minyak sebagai bahan bakar lampu togok. 

"Kalau masalah bulanannya, itu sebenarnya setiap bulannya lebih murah dibandingkan masyarakat menggunakan minyak untuk lampu pijar atau sambungan dari tetangganya. Kita pilih daya 450 VA ini agar lebih ekonomis dan termasuk mampu lah membayar bulannya," kata dia.

Sementara, Eksekutif Vice President Konstruksi Regional Sumatera, Adi Lumakso mengatakan, kegiatan ini merupakan program pertama di PLN Regional Sumatera, meskipun di daerah lain sudah memulai. Nantinya, program ini akan bergulir secara nasional di seluruh daerah di Indonesia.

"Ini adalah program pertama di Regional Sumatera. Nantinya program ini akan bergulir secara nasional. Dari hasil pengumpulan dana, kurang lebih ada 184 penyambungan baru untuk masyarakat yang kurang mampu dengan daya 450 VA," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, saat ini rasio elektrifikasi di Sumbar sudah hampir mencapai 98 persen. Pihaknya juga akan terus memprioritaskan agar seluruh masyarakat Sumbar dapat menikmati aliran listrik yang memang banyak dibutuhkan untuk menjalani aktivitas di kehidupan.

"Kita mengharapkan gerakan ini bergulir terus. Kita terus berpartisipasi, tidak hanya pegawai PLN, tetapi juga yang lain. Kita harapkan kalau masyarakat membutuhkan, kalangan lain, atau orang lain yang ingin bersosial, silakan. Tapi ini inisiasi PLN. Sementara, masih dibatasi di internal PLN dulu," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Adimar (90), salah satu pelanggan baru PLN Sumbar yang menerima bantuan sambungan baru listrik PLN mengatakan, sebelumnya ia menggunakan dua unit lampu togok untuk alat penerangan. Padahal, jaringan listrik di desa itu sudah masuk sejak tahun 1900-an.

"Sebelumnya menggunakan lampu minyak. Biaya beli minyak Rp5 ribu per malam," kata dia.

Artinya, dalam sebulan, Adimar harus mengeluarkan uang sekitar Rp150 ribu untuk membeli bahan bakar lampu togoknya. Namun sekarang, ia sudah mendapatkan sambungan listrik gratis dengan daya 450 VA dan hanya perlu mengeluarkan uang untuk biaya listrik perbulannya sekitar Rp40 ribu.

[Raihan Al Karim]


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru