oleh



Keluarga Ungkap Kejanggalan di Balik Hilangnya Hilda yang Hanyut di Banda Bakali Padang

PADANG (Metrans)

Keluarga Hilda (25) menemukan beberapa kejanggalan pada peristiwa yang menimpa anaknya beberapa waktu lalu. Hilda merupakan korban yang diduga hanyut terbawa arus sungai saat mobil Daihatsu Xenia terjun di Banjir Kanal Banda Bakali, Kelurahan Ujung Gurun, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang pada Minggu malam (20/1) lalu.

Kakak kandung korban, Debby Handayani (27) mengatakan, hingga hari ini, Rabu (6/3), Hilda masih belum ditemukan. Termasuk barang-barang terakhir yang dibawa dan dipakainya seperti helm, tas beserta isinya, sepatu flat (flat shoes), jilbab, jaket, baju, celana dasar, jam tangan, cincin, dan barang lainnya yang dibawa hilda.


Ia mengaku, menemukan beberapa kejanggalan dari peristiwa ini, dan menimbulkan beberapa pertanyaan besar terkait musibah yang menimpa keluarganya itu.

"Apakah wajar jika seseorang yang hanyut tidak ditemukan? Apakah hanya mitos, anggapan masyarakat yang bilau kalau laut tidak menerima mayat? Apakah masuk akal adik saya yang tingginya 170 cm dan beratnya 65 kilogram serta seluruh barang yang dia bawa atau yang dipakainya bisa hanyut, padahal yang terbuka hanya kaca jendela samping kanan dan kiri mobil dan hanyut tanpa tersisa 1 barang pun? Dan sampai saat ini tidak ditemukan?" kata dia kepada Metrans, Rabu (6/3).

Baca Juga: (Berkas Kasus Xenia yang Terjun ke Banda Bakali P-19, Tersangka Wajib Lapor)

Kejanggalan lainnya yang ditemukan Debby yaitu, telepon genggam yang biasanya digunakan sang adik, pada saat kejadian itu, hingga empat hari ke depan, nomor telepon yang digunakan Hilda saat itu masih aktif dan bisa dihubungi. Secara logika, kata dia, telepon genggam beserta kartu SIM yang telah terendam seharusnya rusak dan tidak lagi aktif.

"Kenapa seorang dengan status tersangka (Warsan, sopir yang mengantar Hilda saat itu, -red) yang menyebabkan adik saya hilang itu bebas dan tidak ditahan? Apakah kami pihak keluarga tidak berhak mendapatkan surat hasil pencarian dari tim pencarian? Apakah pihak perusahaan lebih berhak mendapatkannya dibanding orangtua atau keluarga korban?" kata dia.

Ia menyebut, jika memang adiknya murni hilang akibat kecelakaan, pihaknya ikhlas. Tapi, kata dia, jika adiknya terbukti menjadi korban suatu tindak kriminal, pihaknya tak akan tinggal diam. Pihaknya hanya ingin keadilan untuk adiknya dan ingin kejelasan tentang peristiwa yang menimpa adiknya. Ia juga berharap, pihak perusahaan Hilda juga membantu untuk menguak kasus yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Lebih lanjut dikatakan, kejanggalan lainnya juga ditemukan pihaknya. Pada tanggal 29 Januari lalu, terlihat pada akun Samsung Hilda, akun tersebut memperbarui foto profil.

"Kan aneh, pada 29 Januari lalu, kami melihat akun Samsung Hilda, akun tersebut memperbarui foto profil. Kok bisa, HP yang sudah hanyut sekian lama masih aktif dan memperbarui foto profil. Terlihat foto yang diperbarui adalah foto lama Hilda," tutupnya. (Raihan)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru