Kerap Resahkan Mahasiswa Unand, Dua Pelaku Curanmor Berkapak Merah Diringkus Polisi

Kedua pelaku beserta barang bukti saat berada di Mapolsek Pauh.

PADANG (Metrans)

Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Pauh, Kota Padang meringkus dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berkapak merah yang sempat viral di media sosial dan meresahkan mahasiswa serta masyarakat di seputaran Kampus Unand, Limau Manis, Padang.

Kedua pelaku yakni Suryadi alias Mando (34) dan rekannya Gusman Robianto alias Robi Comot (27). Mereka diringkus di lokasi yang berbeda. Mereka sudah sekian lama menjadi target operasi (TO) polisi. Bahkan, polisi sudah berupaya meringkus pelaku sebanyak lima kali, namun karena kelihaiannya, kedua pelaku selalu lolos.


"Sebanyak lima kali kita melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku, karena kelihaiannya, kedua pelaku selalu lolos. Namun pada pengintaian yang keenam kalinya, keduanya akhirnya berhasil kita bekuk," kata Kapolsek Pauh, Kompol Hamidi, Selasa (21/1).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan, anggota Opsnal awalnya berhasil meringkus pelaku bernama Mando di kawasan Tunggul Hitam, pada Sabtu (18/1) sekira pukul 18.00 WIB. Ia berhasil diringkus setelah dipancing keluar oleh petugas.

"Penangkapan terhadap tersangka Mando yang merupakan target operasi (TO) unit Opsnal Polsek Pauh ini, sudah lama dilakukan oleh jajaran Opsnal. Namun karena kelihaian dari pelaku, ia berhasil lolos beberapa kali," terangnya lagi.

Setelah berhasil meringkus tersangka Mando, sambung Hamidi, jajaran Opsnal kembali melakukan pengembangan untuk mengetahui keberadaan rekannya dalam aksi curanmor dengan mengancam korbannya menggunakan kapak itu.

"Dari keterangan tersangka Mando, kita mengetahui keberadaan tersangka lainnya yakni Robi Comot. Sekira pukul 24.00 WIB berhasil tim berhasil menangkap tersangka kedua di kediamannnya di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh," terang Hamidi.

Selanjutnya, kedua pelaku langsung digiring ke Mapolsek Pauh beserta barang bukti yakni satu buah kapak merah yang digunakan oleh kedua pelaku dalam menakut-nakuti korbannya serta merampas barang berharga milik korban.

Sementara diketahui, sesampai di Mapolsek, tim kembali melakukan pengembangan terhadap keduanya dan diketahui kedua pelaku ini diperkirakan telah melakukan perbuatan curanmor sebanyak 25 TKP.

"Beberapa barang (BB) bukti ranmor yang telah dijual oleh pelaku sebagian telah berhasil kami amankan di daerah Kabupaten Pesisir Selatan," lanjut dia.

Kemudian pada hari Minggu (19/1) sekitar pukul 10.00 WIB di daerah Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, bekerjasama dengan Polsek setempat berhasil disita BB sebanyak 5 unit yang merupakan kendaraan bermotor hasil curian pelaku yang dijualnya di sana.

"Kelima BB yang ditemukan tersebut didapat dari seseorang warga setempat yang diketahui dari Polsek Koto XI Tarusan merupakan pelaku penadah barang curian," sebut Hamidi.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan barang bukti lainnya yang diperkirakan masih di seputaran Kabupaten Pesisir Selatan. 

Sementara untuk pelaku akan disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.


Jangan Lewatkan