Korban Jiwa Akibat Pemboman Bunuh Diri di Yaman Jadi 49 Orang

ADEN (Metrans)

Jumlah korban jiwa akibat pemboman bunuh diri yang pada Ahad ditujukan ke satu pertemuan tentara pro-pemerintah di Kota Pelabuhan Aden di Yaman mencapai 49 dan melukai lebih dari 39 orang, kata seorang pejabat medis kepada Xinhua.

Sumber medis tersebut yang bekerja di rumah sakit umum Aden mengatakan dalam percakapan telepon eksklusif dengan Xinhua, "Sebanyak 49 mayat tiba di pusat kami dan lebih 39 orang masih menerima perawatan akibat cedera mereka dalam serangan bunuh diri itu."


Satu sumber intelijen mengatakan seorang penyerang bunuh diri meledakkan sabuk peledaknya di antara kerumunan tentara pro-pemerintah yang berkumpul untuk mengambil gaji mereka di dekat rumah Brigadir Nasser Anbouri di Permukiman KhorMaksar, Aden.

Sebelumnya, satu sumber militer mengatakan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam, seorang penyerang yang berpakaian prajurit menyusup ke dalam kerumunan tentara pro-pemerintah kemudian meledakkan dirinya sehingga menimbulkan ledakan kuat yang menewaskan 32 prajurit.

Pasukan keamanan Yaman menutup daerah tersebut dan memasang penghalang jalan menuju lokasi ledakan, sementara ambulans dan kendaraan polisi mengungsikan korban tewas serta orang yang cedera ke rumah sakit kota itu, kata beberapa sumber Yaman.

Kelompok IS yang berpusat di Yaman telah sering mengincar pangkalan militer tempat berkumpulnya prajurit pro-pemerintah.

Serangan bunuh diri pada Ahad dilancarkan kurang dari dua pekan setelah serangan serupa yang diakui oleh kelompok IS yang berpusat di Yaman dilancarkan ke pangkalan militer di dekat Bandar Udara Internasional Aden, sehingga menewaskan 50 prajurit pro-pemerintah dan melukai lebih dari 40 orang lagi.

Kota Pelabuhan Aden di Yaman Selatan adalah markas Presiden Abdu-Rabbu Mansour Hadi dan pemerintahnya, yang diakui masyarakat internasional.

Aden menyaksikan beberapa pembunuhan yang direncanakan dengan baik dan serangan bersenjata setelah pasukan dukungan Arab Saudi mengusir petempur Syiah Al-Houthi dari kota strategis tersebut pada Juli 2015.

Namun, tentara anti-terorisme yang baru dilatih dan didukung oleh kendaraan lapis baja Uni Emirat Arab membut kemajuan besar dalam beberapa pekan belakangan, dengan melucuti beberapa pabrik bahan peledak yang digunakan oleh pelaku teror untuk membuat bom mobil di Aden.

Selain itu, beberapa komandan cabang Al-Qaida yang berpusat di Yaman ditangkap dalam serangan gemilang yang dilancarkan oleh pasukan Yaman dukungan UAE di Aden dan provinsi tetangganya.

Yaman telah dicengkeram oleh salah satu perlawanan Al-Qaida yang paling aktif di wilayah di Timur Tengah.

Al-Qaida di Jazirah Arab (AQAP), yang berpusat di Yaman dan juga dikenal dengan nama "Ansar Ash-Sharia", muncul pada Januari 2009, dan mengklaim tanggung-jawab atas sejumlah serangan teror terhadap militer Yaman dan lembaga pemerintah.

AQAP dan pelaku teror yang berkaitan dengan IS memanfaatkan kevakuman keamanan dan perang saudara yang berkecamuk guna memperluas pengaruh mereka dan merebut lebih banyak wilayah di Yaman Selatan.

Keamanan di Yaman telah memburuk sejak Maret 2015, ketika perang meletus antara kelompok Syiah Al-Houthi, yang didukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh, dan pasukan pemerintah --yang didukung oleh koalisi Arab pimpinan Arab Saudi.

Lebih dari 10.000 orang telah tewas dalam pertempuran darat dan serangan udara sejak itu, banyak di antara mereka warga sipil. (ant)


Jangan Lewatkan