oleh

MASYARAKAT DIMINTA PAHAM

Kotak Suara Pemilu 2019 Terbuat dari Karton

PADANG (Metrans)

Pada pelaksanaan pemilu 2019 yang akan memilih calon presiden/wakil presiden calon legislatif serta calon perseorangan nanti, kotak suara yang akan dipakai tidak lagi terbuat dari plat/seng, akan tetapi terbuat dari karton.

Untuk itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Amnasmen berharap agar masyarakat mengerti dan memahami, walau kotak suara terbuat dari karton namun keamanan dan kekuatannya sudah teruji dengan baik.


“Soal kekuatan, ketahanan dan keamanan kotak suara itu sudah teruji kok. Jadi masyarakat tak usah ragu,” ujar Amnasmen pada acara Sosialisasi Tahapan Logistik Pemilu 2019 di Pangeran’s Beach Hotel Jalan Juanda Padang, Senin (3/12).

Diakui Amnasmen, dalam proses pemilu, keperluan kotak suara menjadi hal yang sangat penting oleh karena itu. Untuk itulah maka KPU Sumbar mengadakan Sosialisasi Tahapan Logistik agar tahapan logistik ini tersosialisasi kepada publik bahwa persiapan KPU sudah cukup matang dari segi logistiknya dan tinggal penyebarannya saja.

Amnasmen juga menjelaskan, bahwa untuk Sumbar persiapannya sudah cukup bagus untuk logistik Pemilu 2019, yakni meliputi kotak suara, sampul surat suara, segel dan tinta yang akan didistribusikan pada sekitar 16.530 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-Sumbar.

Begitupun mengenai surat suara, katanya, nama  caleg yang dicantumkan sesuai dengan nama yang telah diserahkan kepada KPU Sumbar, tanpa dikurangi maupun ditambah sedikitpun oleh KPU Sumbar.

“Nama yang kita tulis di kertas suara sesuai dengan nama yang telah diserahkan ke KPU  sebelumnya,” kata Amnasmen.

Seperti dijelaskan narasumber M. Mufti Syarfie dalam sosialisasi tersebut, kotak suara yang dibuat mengikuti aturan sesuai yang diamanatkan undang-undang pemilu yang baru yaitu Pasal 341 ayat 1 huruf A tentang pemakaian kotak suara yang transparan, dibuat kaca plastik transparan dan diberi pengunci dengan kabel ties atau gembok.

Sementara alasan dibuat dengan karton disebabkan biaya yang besar. Dulu dibuat dengan plat karena dimaksudkan bisa untuk 20 tahun atau 4 kali pemilu. Namun, ternyata terbentur pada gudang untuk menyimpannya sehingga menimbulkan biaya yang besar jadinya.

Namun mantan Ketua KPU Sumbar itu mengakui, khusus untuk Sumbar masih ada beberapa daerah yang agak sulit dalam melaksanakan pendistribusian nantinya, yakni Kabupaten Sijunjung, Dharmasraya, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.

“Yang paling sulit itu adalah mendistribusikan logistik ini ke Kabupaten Sepulauan Mentawai,” katanya.

Rincian pendistribusian logistik dimaksud, katanya, meliputi surat suara, kotak suara, bilik suara, segel, tinta sidik jari/tanda khusus, alat pencoblos, termasuk formulir, sampul, spidol, ballpoint, tanda pengenal, kantong pastil, lem, benang/karet gelang dan lain-lain.

Turut hadir dalam sosialisasi tersebut para stake holder, forkompinda, peserta pemilu dan lainnya. (pep)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru