oleh



Kunker DPRD Kota Solok ke Bogor dan Depok: Peran Daerah Penyangga yang Bisa Ditiru

DPRD Kota Solok melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor dan Depok, Senin-Rabu 17-19 Juni lalu. Banyak kesamaan antara dua daerah di Jawa Barat tersebut dengan Kota Solok. Terutama sebagai daerah penyangga ibukota, serta sama-sama menggeliatkan pembangunan fisik untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

BOGOR - Kabupaten Bogor, terletak di sebelah selatan Ibukota Jakarta yang dihubungkan dengan Kota Depok. Wilayah Kabupaten Bogor memiliki luas ± 298.838,31 Ha. Secara geografis terletak di antara 6,18'0" – 6,47'10" Lintang Selatan dan 106,23'45" – 107,13'30" Bujur  Timur,  dengan  tipe  morfologi  wilayah  yang  bervariasi,  dari  dataran  yang relative  rendah  di  bagian  utara  hingga dataran  tinggi di bagian  selatan, dataran rendah sekitar 29,28% berada pada ketinggian 15 – 100 meter di atas permukaan laut (dpl), merupakan kategori ekologi hilir. Dataran bergelombang sekitar 43,62% berada pada ketinggian 100–500 meter dpl, merupakan kategori ekologi tengah. Sekitar 19,53% daerah pegunungan berada pada ketinggian 500 - 1.000 meter dpl, merupakan kategori ekologi hulu. Daerah penggunungan tinggi sekitar 8,43% berada pada ketinggian  1.000–2.000  mdpl, merupakan kategori ekologi hulu dan 0,22% berada pada ketinggian 2.000–2.500 mdpl, merupakan kategori hulu.

Wilayah Kabupaten Bogor sebelah  utara, berbatasan dengan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi. Sebelah barat, berbatasan dengan Kabupaten Lebak, sebelah Timur, berbatasan dengan Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta. Sebelah  Selatan,  berbatasan  dengan  Kabupaten  Sukabumi  dan  Kabupaten Cianjur. Bagian Tengah berbatasan dengan Kota Bogor.


Selain itu, kondisi morfologi Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan dengan batuan penyusunnya didominasi oleh hasil letusan gunung, yang terdiri dari andesit, tufa dan basalt. Gabungan batu tersebut termasuk dalam sifat jenis batuan relatif lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan tergolong besar. Jenis pelapukan batuan ini relative rawan terhadap gerakan tanah bila mendapatkan siraman curah hujan yang tinggi. Selanjutnya, jenis tanah penutup didominasi oleh material vulkanik lepas agak peka dan sangat peka terhadap erosi, antara lain Latosol, Aluvial, Regosol, Podsolik dan Andosol. Oleh karena itu, beberapa wilayah rawan terhadap tanah longsor. Secara klimatalogi, wilayah Kabupaten Bogor termasuk iklim tropis sangat basah di bagian Selatan dan iklim tropis basah di bagian Utara, dengan rata -rata curah tahunan 2.500 – 5.00 mm/tahun, kecuali di wilayah bagian utara dan sebagian kecil wilayah timur curah hujan kurang dari 2.500 mm/tahun. Suhu rata-rata di wilayah Kabupaten Bogor adalah 20º - 30ºC, dengan suhu rata-rata tahunan sebesar 25º. Kelembaban udara 70% dan kecepatan angin cukup rendah, dengan rata -rata 1,2 m/detik dengan evaporasi di daerah terbuka rata-rata sebesar 146,2 mm/bulan.

Sedangkan  secara hidrologis, wilayah Kabupaten Bogor terbagi kedalam 7 (tujuh) buah Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu: (1) DAS Cidurian; (2) DAS Cimanceuri; (3) DAS Cisadane; (4) DAS Ciliwung; (5) Sub DAS Kali Bekasi; (6) Sub DAS Cipamingkis; dan  (7)  DAS  Cibeet. Selain  itu  juga terdapat 32  jaringan  irigasi pemerintah,  794 jaringan irigasi pedesaan, 93 situ dan 96 mata air.

Kunjungan DPRD Kota Solok ke Kabupaten Bogor menjadi menarik, sebab Kabupaten Bogor menjadi daerah penyangga Ibukota DKI Jakarta dan menjadi hunian bagi sebagian besar pejabat dan masyarakat yang bekerja di ibukota. Kondisi serupa juga bisa dimanfaatkan Kota Solok sebagai daerah penyangga untuk ibukota Provinsi Sumbar, Kota Padang. Selain itu, menjadi daerah perlintasan antar kota di Sumbar dan Pulau Sumatera, Kota Solok bisa menjadi daerah yang akan berkembang sangat pesat. 

Kunjungan DPRD Kota Solok ke Kabupaten Bogor dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, dengan sejumlah Anggota DPRD seperti Deni Nofri, Daswippetra Dt Manjinjing Alam, Nasril In Dt Malintang Sutan, Dalius, Bayu Kharisma, Zulkarnain Raju, Rusnaldi, Jasri dan Yosri Martin. Sementara pegawai Sekretariat DPRD Kota Solok yang mendampingi adalah Kabag Program Eni Suryani, Kasubag Hukum Andi Rachman, dan staf sekretariat DPRD Wahyu Hariadi, Nofriance, Adzkia Ananda dan Nofriade.

Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, menyatakan DPRD Kota Solok butuh referensi dan contoh sebanyak mungkin dalam pengembangan pembangunan daerah ke depan. Menurutnya, Kabupaten Bogor sebagai daerah penyangga Jakarta bisa dicontoh untuk menibgkatkan geliat pembangunan.

"Apalagi saat ini kami tengah gencar membangun berbagai infrastruktur pendukung untuk kepentingan masyarakat Kota Solok. Sehingga, pembangunan tersebut bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujarnya. 

Dalam kunjungan di Gedung DPRD Kabupaten Bogor tersebut, rombongan diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Saptariani. Wakil Ketua DPRD dari PDIP tersebut menyatakan hubungan erat antara DPRD dan Pemkab Bogor terlihat jelas dengan selalu cepatnya setiap pembahasan peraturan daerah di kawasan tersebut. Saptariani menyebutkan sinergitas tersebut akan memberikan efek maksimal ke masyarakat. 

"RPJMD Kabupaten Bogor senantiasa dipengaruhi kebijakan ibukota dan daerah sekitarnya. Sehingga sebagai daerah penyangga, Kabupaten Bogor harus bisa menjaga sinergitas dan hubungan erat dengan daerah-daerah sekitarnya. Selain Jakarta, ada juga Bekasi, Lebak, Kota Bogor, Depok, Cianjur, Karawang dan daerah lainnya. Dengan itulah, Kabupaten Bogor bisa lebih berkembang," ungkapnya. 

Ketua Komisi I  Daswippetra Dt Manjinjing Alam, menyatakan pihaknya sangat bersyukur bisa mengunjungi Kabupaten Bogor untuk bisa mencontoh bagaimana pengembangan daerah dilakukan secara sinergis dengan daerah lain. Menurut Daswippetra, Kota Solok hendaknya bisa mencontoh Kabupaten Bogor. 

"Pembangunan suatu daerah, tidak hanya butuh sinkronisasi dengan pemerintahan provinsi, tapi juga dengan daerah sekitar. Sehingga, bisa saling mendukung dan menyokong. ,Tentu kesemua itu juga tidak terlepas dari sinkronisasi dari semua lapisan termasuk peran masyarakat," ujar Caleg terpilih DPRD Sumbar dari Dapil V (Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan) tersebut. (rijal islamy)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru