Laboraturium Unand Mulai Uji Sampel Covid-19 Hari Ini, Gubernur Minta ODP Juga Diperiksa

Ilustrasi. (Istimewa)

PADANG (Metrans)

Laboraturium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) mulai melakukan uji sampel Covid-19 hari ini, Selasa (24/3). Dalam satu hari, bisa dilakukan sebanyak 200 pengujian sampel.

Laboratorium Biomedik ini bisa beroperasi setelah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Setelah Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyurati Kemenkes agar Unand bisa dilibatkan dalam proses percepatan uji Covid-19 di Sumbar.


"Koordinasi saya terakhir dengan Unand, Selasa ini sudah bisa dilakukan pemeriksaan VSR," kata Direktur Sumber Daya Manusia RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas, Selasa (24/3) di Padang.

Perlu diketahui, untuk bisa memastikan itu virus Corona atau bukan, maka terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan VSR pada tenggorokan pasien.

Dovy Djanas melanjutkan, untuk pemeriksaan tersebut dibutuhkan tenaga medis 12 orang dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Kemampuan 12 tenaga medis tersebut bisa melakukan 200 pemeriksaan sampel per hari.

Dia menjelaskan, selama ini sampel dikirim ke Litbangkes memakan waktu yang cukup lama baru bisa mendapatkan hasil apakah pasien positif atau negatif. Dari 20 sampel yang dikirim dari Sumbar, baru 6 yang baru ada hasil. Bahkan bisa sampai 15 hari. Kondisi ini menjadi dilema bagi rumah sakit, sebab dengan waktu rawat selama itu apakah pasien ini dipulangkan atau tidak.

"Kami di rumah sakit juga bingung dengan hasil lama keluar ini. Apakah pasien ini dipulangkan atau tidak. Kemudian berkaitan juga dengan tempat di ruman sakit. Kalau hasil cepat tentu bisa diambil tindakan, contoh hasil pemeriksaan negatif langsung pulang, tempat otomatis kosong dan bisa untuk pasien lain," jelasnya.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno merasa senang mendapat informasi tersebut. Saat itu juga Irwan menginstruksikan untuk melakukan uji sampel kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Tak hanya itu gubernur juga meminta Orang Dalam Pemantauan (OPD) juga diperiksa.

"Kalau begini bisa cepat, sekalian dicek yang ODP, biar tahu hasilnya. Jangan sampai virusnya nyebar dulu baru ketahuan," katanya.

Humas Rumah Unand saat dihubungi juga membenarkan terkait uji sampel tersebut.

"Iya mulai hari ini sudah bisa di Laboratorium Fakultas Kedokteran. Hanya bisa untuk pasien dari rumah sakit rujukan," terangnya.


Jangan Lewatkan