oleh



LSM KPK Audiensi dengan Ketua DPRD Sumbar

PADANG (Metrans)

Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim mendorong penuh usaha pemberantasan korupsi di Sumbar, dan deteksi dini merupakan langkah strategis demi meningkatkan pengawasan, dan partisipasi semua pihak amat diperlukan.

"Jangan kalau sudah ada temuan, baru heboh. Harusnya upaya pencegahan korupsi perlu dideteksi sejak awal. Ini perlu partisipasi sejumlah pihak, terutama organisasi kemasyarakatan," tegas Hendra saat menerima kunjungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (2/2)


Dikatakan, pengawasan dan penuntasan kasus-kasus korupsi di Sumbar amat diperlukan, dan Ketua DPRD sangat mengapresiasi langkah LSM KPK yang berkomitmen untuk memerangi pelaku-pelaku yang menimbukan kerigian negara tersebut.

"Partisipasi seperti ini (pengusutan korupsi) yang daerah amat butuhkan. Kita berharap dengan langkah serius LSM KPK, para calon pelaku kejahatan korupsi bisa mengurungkan niatnya," jelas Hendra dihadapan Ketua LSM KPK Provinsi Sumbar, Romi Yufhendra dan sejumlah pengurus lainnya yang juga turut hadir.

Hendra menambahkan, perang terhadap korupsi diwilayah Sumbar jelas harga mati. Apalagi beberapa tahun belakangan banyak ditemukan kerugian daerah dari usaha pencurian untuk memperkaya diri sendiri.

Untuk itu Hendra mengajak, masyarakat terutama para tokoh-tokoh agar lebih kritis dan berani untuk menyuarakan jika memang menemukan potensi kerugian negara yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggunggu jawab

Sekretaris LSM KPK, Novico Prima mengatakan sejauh ini pihaknya terus gencar memberikan sosialisai terkait program kerja LSM KPK. Sejak di delegasi pada 1 september 2016 lalu, LSM KPK baru sebatas sosialisasi kebeberapa instansi dan beberapa daerah.

"LSM KPK ini baru dibentuk, dan diaumbar baru hanya ada dikota padang, jadi lsm ini baru sebatas sosialisasi. Saat ini belum ada target untuk memberantas korupsi, karena pihaknya fokus kepada sosialisasi. Kendati demikian, sejalan dengan program ini, pihaknya akan berupaya bekoordinasi dengan instansi dan juga mengajak masyarakat untuk memberantas korupsi, menjadikan sumatera Barat bersih dari korupsi," kata dia didampingi Ketua Umum LSM KPK Pusat, Muhammad Firdaus Oiwobo serta Dirwaster, Romi Yufhendra.

Pihaknya bekerja sesuai dengan anggaran dasar rumah tangga (AD/RT) LSM KPK, sehingga dalam pengungkapan skandal kasus korupsi tidak ingin gegabah. Katakanlah saat ini adanya penemuan spj fiktit di dinas prasarana tata ruang dan permungkiman (prasjaltarkim) sumbar yang melibatkan 7 orang pejabat. Pihaknya akan mendalami kasus tersebut, namun dalam waktu dekat target LSM KPK tidak ada mengarh kesana dalam mengungkap kasus tersebut, sebab pihaknya masih fokus ke sosialisasi ke masyarakat.

Sementara Ketua Umum LSM KPK Pusat, Muhammad Firdaus Oiwobo mengungkapkan adanya lsm ini dapat pembentukan LSM KPK untuk membantu tugas-tugas aparat penegak hukum. Seperti aparat kepolisian, kejaksaan dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam membantras korupsi dan pelanggaran hukum lainnya.

“Tugas LSM KPK Sumbar bukan untuk menangkap pelaku korupsi, narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Tapi, kehadiran kami sebagai pelapor langsung kepada pihak berwenang bila menemukan tindakan pelanggaran hukum, khususnya korupsi. Kepada masyarakat yang mengetahui terjadinya tindak pidana korupsi, penyalahgunaan narkoba dan juga pelanggaran hukum lainnya, laporkan segera ke LSM KPK setempat untuk diteruskan kepada pihak berwenang,” jelas Firdaus.

Lebih jauh Firdaus menjelaskan, untuk menghindari kerugian negara, deteksi dini sangat perlu dilakukan, agar kasus-kasus korupsi tidak tumbuh subur di Sumbar. Menurutnya tindakan korupsi adalah kejahatan luar biasa, mengigat uang yang seharusnya dimanfaatkan untuk masyarakat, jadi hilang.

"Kita ini ekonomi nya sangat bersandar pada anggaran daerah. Nah jika anggaran itu yang diselewengkan, dengan uang mana lagi kita akan membangun daerah," tegas dia.

Untuk itu dia mengajak semua pihak mendukung LSM KPK guna mewujudkan wilayah Sumbar bebas dari tindakan korupsi. Menurutnya, komukasi dengan dunia pers amat diperlukan, untuk bersama-sama memunculkan energi positif. (mon)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru