oleh

MESKI BELUM TERDAFTAR DI PESSEL

Masyarakat Bayang Berbondong-Bondong Ajukan Bea Siswa ke YOHAH

PAINAN (Metrans)

Beredarnya tentang adanya Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie (YOHAH) yang akan memberikan bantuan beasiswa bagi pelajar SD, SMP dan SMA di beberapa sekolah di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi heboh.

Pasalnya, disebutkan akan ada bantuan bea siswa dari Yayasan Orbit Hasri Ainun Habibie dengan persyaratan sang siswa harus menyiapkan Surat Keterangan Miskin dari Walinagari, membuka rekening di Bank BRI, foto copy KK, foto copy KTP, foto copy rapor dan foto warna 3 X 4, kemudian dijilid.


Setelah syaratnya lengkap langsung dikirim melalui Kantor Pos dan Giro, dengan biaya pengiriman Rp25.500.- ke Kindo’s Square, Jalan Duren Tiga Raya 101/A-10 Duren Tiga, Pancoran, Jakarta, seperti yang tercantum dalam blangko yang disebarkan.

Hasil pantauan Metrans di lapangan, bantuan beasiswa dari yayasan tersebut hingga kini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi masyarakat di Pesisir Selatan. Apakah benar yayasan ini nantinya akan memberikan bantuan beasiswa..?

Sebab, hingga kini yayasan itu sama sekali belum terdaftar di pemerintah daerah setempat. Kendati demikian, sejumlah orang tua dan masyarakat di Kenagarian Talaok, Gurun Panjang dan Kenagarian Gurun Panjang Barat Kecamatan Bayang, Pessel, masih berbondong - bondong mengisi dokumen formulir beasiswa tersebut sekaligus meminta persetujan atau tanda tangan dari pihak sekolah bagi siswa di sekolah itu.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada puluhan formulir bea siswa untuk tingkat SD, SMP dan SMA.

Menindaklanjuti hal itu, Kapolsek Bayang Iptu. Advianus menegaskan, sehubungan dengan banyaknya masyarakat Gurun Panjang dan Kenagarian Gurun Panjang Barat Kecamatan Bayang yang mengurus bea siswa Orbit Hasri Ainun Habibie, langsung melakukan koordinasi dengan pihak lainnya, seperti Kecamatan, Walinagari dan beberapa sekolah di daerah itu.

"Kita telah lakukan full paket di lapangan, dan telah melakukan penyelidikan di bawah," kata dia, Rabu (6/2).

Dia mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Kecamatan seperti Walinagari bahwa yayasan siswa tersebut memang ada, tapi apa yang diminta persyaratan saat ini tidak semudah itu, untuk SMA saja persyaratan untuk nilai dari semester 1-5 harus 8,0 (rata-rata) dan ketentuan peryaratan lainnya.

Agar tidak membuat gaduh di masyarakat berada di wilayah hukumnya, jajajaran Polsek Bayang bersama Camat dan Walinagari menghentikan pengajuan bea siswa tersebut dan jumlah dokumen lainnya.

"Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan penyebar dokumen bea siswa dari yayasan tersebut," ungkapnya.

Dia melanjutkan, sejauh ini belum ada siswa yang menerima bantuan bea siswa itu, dan saat ini semua formulir bea siswa yang diajukan oleh masyarakat tersebut, diamankan di kantor Walinagari setempat untuk dikembalikan kepada masyarakat dan orang tua murid.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 2 Pessel, Ahmad Asdi mengakui, memang ada orang tua murid mengusulkan persetujuan dari pihak sekolah dengan tujuan untuk mendapatkan bantuan bea siswa dari yayasan Orbit Asri Hainun Habibie tersebut.

"Memang iya, ada orang tua murid dari siswa yang bersangkutan meminta persetujuan dari sekolah. Kalau tidak kita tandatangani nanti, orang tua murid merasa kecewa karena ini kan hanya untuk mendapatkan bea siswa," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Pessel Rinaldi ketika dihubungi Metrans mengatakan, terkait hebohnya masyarakat di daerah itu akan adanya bantuan bea siswa dari yayasan Orbit Asri Hainun Habibie itu, pihaknya telah mengetahui. Namun dirinya mengakui bahwa yayasan tersebut belum terdaftar di pemerintah daerah setempat.

"Kami sudah mengetahui, bahwa yayasan itu tidak ada terdaftar di pessel. Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat agar jeli dan teliti akan bantuan dari yayasan tersebut,” katanya mengakhiri. (mil)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru