oleh

MESKI TAK ADA BANJIR

Masyarakat Kaget, Tiba-tiba Jembatan Turawan di Tanah Datar Ambruk

BATUSANGKAR (Metrans)
Jembatan Turawan Nagari Tigo Koto Kecamatan Rambatan secara tiba-tiba ambruk, menyebabkan ribuan warga setempat resah karena lalulintas yang dekat dengan aktivitas sehari-hari tidak dapat dilakukan, terutama bagi tenaga guru maupun PNS, karena mereka terpaksa menempuh jarak yang cukup jauh dan memutar.

Ambruknya jembatan itu sempat membuat warga kaget, karena peristiwa itu terjadi tiba-tiba tanpa  pertanda seperti  gempa ataupun banjir.

“Kami benar-benar kaget. Entah kenapa jembatan Turawan itu ambruk,” ucap Usman bin Apan, salah seorang tokoh masyarakat setempat kepada Metrans, Senin (9/10).


Disebutkannya, jembatan tersebut merupakan jembatan kabupaten yang dibangun pada tahun 1966. “Empat tahun lalu jembatan itu direnovasi dan diperlebar. Entah kenapa tiba-tiba sore tadi jembatan itu ambruk,” tambah Usman.

Jembatan yang berlokasi persis di samping pasar Turawan itu menghubungkan 10 jorong di Nagari Turawan. Kini, sekitar 5.000 warga setempat untuk ke dan dari Turawan harus jalan berbelok menuju Gologandang.

“Selisih jarak jalan memutar dibanding jalan Simpang Gobah mencapai 3 kilometer. Kami berharap, karena ini bencana alam yang tak diduga, diharapkan segera diperbaiki pemerintah,”  tambah Usman.

Selang beberapa menit kemudian, unsur kecamatan dan kabupaten setempat berdatangan ke lokasi kejadian. Bahkan di lokasi jembatan ambruk itu diberi police line (garis polisi). Tak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. 

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala  Dinas PU Tanah Datar, Thamrin ketika dikonfirmasi oleh Metrans mengungkapkan, jembatan yang amblas itu sebelumnya jembatan kecil dan pada tahun 2014 diperlebar melalui dana PNPM Mandiri.

Berdasarkan keterangan dari warga setempat, katanya, jembatan tersebut telah tiga kali dihantam banjir sehingga pondasi jembatan itu mulai tergerus sehingga mengakibatkan ketahanan jembatan itu semakin berkurang dan akhirnya amblas seperti yang terjadi saat ini.

Dikatakan, pihaknya akan membuatkan leger sebagai pengganti jembatan sementara, namun leger itu hanya bisa dilalui oleh mobil sebesar L300 tanpa muatan.

"Pembangunan jembatan secara permanen sebagai pengganti jembatan yang amblas itu belum bisa kita lakukan pada tahun ini maupun tahun depan,karena untuk anggaran APBD Tahun 2018 sudah ketok palu, namun akan kita upayakan pada anggaran perubahan 2018 nanti," pungkasnya. (eri)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru