oleh



Miris! Pol PP Payakumbuh Gerebek Bocah Penenggak Miras dan Konsumsi Narkoba

PAYAKUMBUH (Metrans)

Masih bau kencur alias masih berusia anak-anak, dua anak yang membawa senjata tajam dan mengaku juga mengonsumsi minuman keras, ganja dan sabu membuat miris petugas Satpol PP yang menangkap keduanya.

Sabtu malam lalu, Satpol PP Payakumbuh melakukan operasi penertiban. Salah satu titik operasi itu ada di jalan lingkar Utara. Dua anak yang mencurigakan kelakuannya langsung ‘dipegang’ petugas dan menginterogasinya, menanyakan apa yang mereka lakukan. Ternyata mereka mengaku menenggak minuman keras dan narkotika.


“Ketika kami geledah, mereka juga membawa celurit dan gigi tarik kendaraan yang dimodif jadi senjata tajam,” kata Kasat Pol PP Devitra kepada Metrans.

Tapi, kata Devitra, karena keduanya masih berusia anak-anak maka yang bersangkutan hanya membuat surat pernyataan ditandatangi orangtuanya. Meski begitu, Tim 7 menyita dua senjata tajam yang dimiliki keduanya.

"Mereka masih dibawah umur. Kita hanya panggil orangtuanya dan membuat surat penyataan. Kemudian sajamnya kita sita. Tentu kalau nanti kerapatan melakukan perbuatan yang sama kita akan proses lebih jauh," jelas Kasat.

Selain dua orang yang memiliki senjata tajam dan mengkonsumsi miras, Tim 7 juga menangkap 4 orang remaja di Simpang Tanjung Anau, dimana dua orang diantaranya wanita. Kemudian di lokasi lain Tim 7 juga menangkap 6 orang dua diantaranya wanita yang masih nongkrong dipinggir jalan hingga pukul 03.30 Wib dinihari.

"Mereka kita bawa ke Mako Pol PP karena masih nongkrong hingga larut malam. Kita curigai mereka akan melakukan balapan liar. Maka setelah kita menyisir lokasi-lokasi tempat nongkrong muda-mudi pada malam Minggu dan arena balap liar, maka kita tahan juga 5 kenderaan bermotor bersama pemiliknya dan dibawa ke markas Pol PP," sebut Devitra.

Disampaikannya, diantara lokasi yang dilakukan razia pada malam Minggu itu dan dianggap rawan terjadinya tempat nongkrong muda mudi dan rentan terjadinya pelanggaran Trantibum seperti Jembatan dan Bantaran Sungai Panago Batang Agam, Gelanggang Kubu Gadang, Simpang Warna Warni dan Simpang By Pass Ngalau Indah.

Selain menyisiri tempat-tempat rawan terjadinya pelanggaran Trantibum dan maksiat, Tim 7 juga menyisiri tempat hiburan malam seperti karaoke di daerah Ngalau termasuk tempat Saluang yang masih beroperasi sampai jam 03.00 dinihari.

"Kita berikan teguran ke-karoke dan salung yang masih beroperasi sampai tengah malam, karena sudah menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat. Masyarakat sudah merasa terganggu karena jam operasional yang sudah melewati batas,

bunyi musik yang mengganggu istirahat masyarakat serta secara tertulis pemilik sebelumnya juga sudah membuat perjanjian," jelas mantan Kabid Humas DPRD Kota Payakumbuh ini. (li2)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru