Mobil Dinas Ketua PN Pulau Punjung Terlibat Kecelakaan, Seorang Pemotor Tewas

Seorang pengendara 16 tahun dilaporkan tewas setelah mengalami kecelakaan yang melibatkan mobil dinas Ketua PN Pulau Punjung, Dessy Damayanti.

PULAU PUNJUNG (Metrans)

Kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Dharmasraya kembali berujung maut. Kali ini melibatkan mobil dinas Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pulau Punjung, Dessy Damayanti kontra pengendara motor. Akibatnya satu orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini.

Data yang berhasil dihimpun, kecelakaan maut tersebut terjadi di Jorong Sungai Nabuan, Kenagarian Koto Rana, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, Senin (3/2) sekira pukul 16.35 WIB. Diketahui, mobil dinas Ketua PN Pulau Punjung mengikuti iring-iringan rombongan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska yang melaksanakan kunjungan kerja.


Usai melakukan kunjungan kerja dengan rombongan Bupati yang turut di dalamnya ada mobil Ketua PN Pulau Punjung, Dessy Damayanti bertabrakan dengan motor Honda Revo yang dikendarai seorang remaja berinisial DSR (16).

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir melalui Kasat Lantas, Iptu Agus Salem membenarkan peristiwa kecelakaan rombongan iring-iringan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska.

"Benar, kecelakan itu melibatakan mobil Ketua PN Dharmasraya yang saat itu ikut rombongan Bupati," kata dia ketika dikonfirmasi Metrans, Selasa (4/2).

Ia menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi berawal saat pengendara sepeda motor Revo gagal mendahului seorang pengendara motor Beat dan akhirnya bersenggolan. Akibatnya, pengendara motor Beat terpental ke kiri (bahu jalan). Sementara pengendara motor Revo terpental ke tengah jalan dan tertabrak oleh mobil Kijang Innova plat merah BA 5 V.

Diketahui bahwa mobil plat merah dengan nomor polisi BA 5 V tersebut merupakan mobil dinas Ketua PN Pulau Punjung yang dikemudikan oleh RS (32), yang saat itu sedang membawa Ketua PN tersebut. 

Saat itu, mobil Ketua PN posisinya berada tepat di belakang mobil dinas Ketua DPRD Dharmasraya (BA3V), kemudian di depannya mobil dinas Bupati yang dikawal mobil patroli dan pengawalan (Patwal). 

"Intinya motor datang dari arah berlawanan, sebelum terbentur dengan mobil terlebih dahulu motor bersenggolan dengan motor kemudian korban terpental ke arah tengah jalan hingga tabrakan tak terhindarkan," ujarnya. 

Sementara itu Humas PN Pulau Punjung, Alfin Ramadan Nur Luis mengatkakan, kejadian itu di luar kendali dan jauh dari unsur kesengajaan. 

"Intinya peristiwa kemarin memang kondisi yang tidak bisa dihindari, di mana korban datangnya dari arah berlawan dengan iring-iringan Forkopimda yang dikawal Patwal," katanya. 

Ia mengatakan, sebelumnya korban terlebih dulu berbenturan dengan sepeda motor lain dan terdorong ke jalur berlawanan yang pada saat itu posisinya ada kendaraan Ketua PN Pulaupunjung. Saat itu, sang sopir sudah berusaha sebisa mungkin menghindar, namun laka lantas tak dapat dihindari.

"Usai kecelakaan, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun korban dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.

Atas kejadian ini, Ketua PN Pulau Punjung, Dessy Damayanti dan keluarga besar PN Pulau Punjung turut berbelasungkawa terhadap korban. Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Rantau Prapat, Provinsi Sumatera Utara oleh pihak keluarga setelah difasilitasi pemerintah daerah.

"Hari ini kita telah diutus oleh Ketua PN Pulau Punjung untuk ke rumah korban yang berada di Kecamatan Jujuhan, Provinsi Jambi, karena ibu Ketua PN harus berangkat ke Jakarta, namun keluarga korban tidak ada di rumah karena semuanya ke Rantau Prapat, Sumatera Utara," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendatangi rumah duka setelah kepulangan keluarga korban dari Rantau Prapat. "Kita akan ke rumah duka, usai ibu pulang dari Jakarta dan keluarga korban kembali dari Rantau Parapat," pungkasnya.


Jangan Lewatkan