MENGAKU DEPT COLLECTOR DAN ANGGOTA POLISI

Mobil Roni Efendi Dirampas di SPBU Ngalau Payakumbuh

Debhi Zaki Putra saat diinterogasi Satreskrim Polres Payakumbuh

PAYAKUMBUH (Metrans)
Hati-hati dengan orang yang mengaku sebagai 'debt collector' dari sebuah leasing kendaraan bermotor meskipun juga didampingi mereka yang juga mengaku aparat penegak hukum. Karena untuj menarik sebuah kendaraan yang menunggak angsuran atau kredit, tidak bisa dilakukan asal tarik kendaraan saja.

Seperti yang dialami Roni Efendi (20), Warga Jorong Kubang Tungkek, Nagari Guguak, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, yang benar-benar gemetaran ketika empat orang laki-laki mengaku Debt Collector MNC Finance dan anggota polisi menodongkan senjata api ke wajahnya. 

Ke empat orang tak dikenal itu mengertak dan memaksa korban Roni Efendi untuk menyerahkan mobil Mitsubishi Colt 120 Pick Up dengan Nomor Polisi BA 8490 VN yang sedang ia kendarai, dengan alasan kredit macet.


Karena takut mendapat tindak kekerasan, tanpa pikir panjang Roni Efendi menyerahkan mobil tersebut. Namun belakangan, Roni Efendi baru menyadari jika dirinya telah menjadi korban tindak pencurian dengan kekerasan oleh keempat tersangka dan akhirnya memuat laporan pengaduan ke Polres Payakumbuh.

Kasatreskrim Polres Payakumbuh Iptu Wawan Dermawan didampingi Kanit Iptu Syafri, Jum’at (9/6) menjelaskan, kasus pencurian dengan tindak kekerasan (curas) yang dialami Roni Efendi itu terjadi, Senin tanggal 4 April 2017 lalu sekira pukul 15.30 Wib bertempat di  SPBU Ngalau, Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. 

Namun, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polres Payakumbuh diketahui ada 5 orang yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Seorang tersangka dari 5 orang yang terlibat sebagai debt collector dan anggota polisi gadungan itu sudah berhasil ditangkap dan sudah ditahan di LP Batusangkar,“ ujar Iptu Wawan Dermawan didampingi Kanit Reskrim  Iptu Syafri. 

Sedangkan seorang tersangka lagi bernama Debhi Zakri Putra (29) warga Sungai Beringin, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari, Kota Payakumbuh, ditangkap Kamis (8/6) setelah sempat buron.

“Debhi Zakri Putra kita tangkap sedang tidur di rumah orang tuanya. Untuk pengusutan lebih lanjut tersangka sudah ditahan untuk pengusutan lebih lanjut,” ujar  Iptu Wawan Dermawan. 

Dalam pengakuannya kepada penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh, tersangka Debhi Zakri Putra mengaku bahwa dia diajak oleh temannya bernama Hen untuk mengambil mobil milik Roni Efendi dengan alasan kredit menunggak.

Ketika mobil tersebut sedang berada di SPBU Ngalau Sampik, Balai Panjang, tersangka Debhi Zakri Putra dan Hen memaksa korban untuk menyerahkan mobil tersebut. 

"Teman saya Hen mengaku sebagai Debt Collector MNC Finance,” ujar Debhi Zakri Putra.

Diungkapkan  Iptu Wawan Dermawan didampingi Kanit Iptu Syafri, setelah pihak penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh menghubungi pihak MNC Finance, diperoleh keterangan bahwa Hen dan Debhi Zakri Putra bukanlah pegawai MNC Finance.

"Kasus pencurian kendaraan dengan tindak kekerasan ini masih kita dalami, termasuk adanya pengakuan korban bahwa, kelima kawanan tersangka telah melakukan penodongan dengan senjata api. Tindakan dengan sejata api ini akan kita selidiki, apakah senjata api yang digunakan untuk menakut-nakuti korbannya itu senjata api benaran atau rakitan dan apakah senjata mainan,” pungkas Iptu Wawan Dermawan didampingi Kanit IptuSyafri. 


Jangan Lewatkan