Nagari Kapelgam Akan Bangun Jembatan Penyebrangan Jenazah

Walinagari Kapelgam Kecamatan Bayang Pessel, Dariasman. (Foto : Mil Hendra)

PAINAN (Metrans)

Pemerintah Nagari Kapencong Lubuk Gambir (Kapelgam), Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), akan membangun jembatan sebagai akses penyebrangan masyarakat terutama sekali untuk membawa jenazah yang akan dikuburkan menuju pusara di daerah itu.

Selain untuk menuju pusara jembatan ini nantinya juga akan dimamfaatkan sebagai akses jalan bagi masyarakat menuju lahan pertanian dan perkebunan dalam rangka mendukung perekonomianya.


Walinagari Kapelgam Kecamatan Bayang Pessel, Dariasman mengungkapkan, dalam pembangunan jembatan untuk menuju pusara tersebut menjadi salah satu yang sangat diprioritaskan. Hal itu disebabkan, karena di saat ada jenazah yang akan dikuburkan membuat sejumlah warga sangat berhati-hati bila akan melintasi sungai batang bayang tersebut.

Dariasman menceritakan, dahulunya sempat terjadi dua kali, pada saat jenazah yang dibawa warga yang akan dikuburkan sempat hanyut terbawa arus oleh sungai Batang Bayang tersebut. Untunglah jenazah tersebut didapatkan kembali oleh masyarakat pada saat itu juga.

“Parahnya bila sungai Batang Bayang tersebut besar membuat orang yang membawa jenazah yang akan dikuburkan itu khawatir dan diliputi rasa cemas. Jadi, jembatan ini sangat dibutuhkan sekali oleh warga. Karena masyarakat mencemaskan jenazah yang akan dikuburkan di saat sungai Batang Bayang itu besar. Apa lagi disertai hujan yang cukup deras," ungkapnya, kepada Metrans kemarin.

Ia mengatakan, untuk pembangunan jembatan tersebut pemerintah nagari setempat menganggarkan melalui Dana Desa dengan total anggaran sebesar Rp1,3 miliar. Dengan panjang sekitar 140 meter dan lebar 2,5 meter.

Dikatakanya, masyarakat di daerah itu terdiri dari 873 Kepala Keluarga (KK), dimana pada umumnya adalah petani.

Jembatan yang dibuat itu, selain berguna bagi masyarakat untuk ke lokasi pusara, namun juga dimafaatkan untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat seperti, kopi, karet, gambir dan pinang.

"Di tahun 2018 ini, kami baru mengerjakan tungku jembatan (sebelah) senilai Rp300 juta, untuk kelanjutanya dilakukan tahun 2019," kata dia.

Ia mengatakan, bila embatan itu rampun akan bisa menghubungkan dua nagari dengan menembus ke Nagari Aur Begalung Talaok.

Busrial (42), salah seorang warga setempat berharap kepada pemerintah daerah supaya  pembangunan jembatan itu dapat secepatnya diselesaikan.

"Kami sangat membutuhkan sekali jembatan ini. Sebab untuk menuju pusara itu satu-satunya akses jalan yang harus kami tempuh yaitu dengan cara menyebrangi sungai terlebih dahulu agar bisa sampai ke pusara itu. Yang sangat kami cemaskan adalah bila sungai itu besar. Mau tak mau jalan itu harus kami tempuh," harapnya. (mil)


Jangan Lewatkan