oleh

HAKIM AGUNG ARTIDJO ALKOSTAR PENSIUN

Napi Koruptor Ramai Ajukan PK

JAKARTA (Metrans)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tidak khawatir terhadap beberapa permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh sejumlah narapidana korupsi. Sebab, KPK yakin dengan pembuktian di persidangan.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi kami yakin dengan pembuktian yang sudah dilakukan sebelumnya-sebelumnya," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, akhir pekan lalu.


Setidaknya sudah ada tiga terpidana korupsi setelah pensiun hakim agung Artidjo Alkostar yang mengajukan PK. Pertama, mantan ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum terpidana suap pembangunan P3SON Hambalang dan tindak pidana pencucian uang.

Kedua, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terpidana perkara korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes). Ketiga, mantan Menteri Agama Suryadharma Ali narapidana korupsi pelaksanaan ibadah haji periode 2010-2013.

Febri mengatakan KPK sudah membuktikan fakta-fakta selama proses persidangan. Ia menambahkan proses hukum juga sudah menguji fakta-fakta yang diajukan oleh KPK tersebut dan hakim telah menjatuhkan hukuman.

“Jadi kalau sekarang ada pengajuan PK, ya kita hadapi dan kami tentu tetap dalam posisi awal bahwa kasus ini sudah sangat kuat dan terbukti sampai di pengadilan," ujar Febri.

Pada sidang PK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, kemarin, Anas Urbaningrum mempersoalkan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 57,59 miliar dan 5,26 juta dolar AS. Ia pun mengibaratkan hal tersebut dengan ketua RT yang sedang menjalani pemilihan.

Kesimpulan dari sidang PK Anas akan dilakukan dua pekan lagi. Anas pun berharap ia mendapat keadilan. "(Sidang PK) Setelah piala dunia selesai, juaranya ada, Insya Allah PK-nya mudah-mudahan bisa diterima,” kata dia (*/nok).


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru