oleh



Oknum Guru yang Sodomi Belasan Murid di Limapuluh Kota Terancam 15 Tahun Penjara

PAYAKUMBUH (Metrans)

Oknum guru honorer di salah satu SD Negeri di Kabupaten Limapuluh Kota berinisial FY (28) harus menghadapi ancaman hukuman berat atas perbuatanya. Pasalnya, FY terbukti telah melakukan perbuatan sodomi terhadap belasan muridnya sejak tahun 2017 silam. Kini, kasus tersebut tengah diproses di Polres Payakumbuh.

Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Ilham Indarmawan didampingi Kanit PPA, Aiptu Hendra Gunawan menyebutkan, tersangka yang merupakan warga asal Silaok Mungka Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota itu disangkakan pasal 82 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.


"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, sang guru honorer itu harus menerima hukuman dengan ancaman 15 tahun penjara, karena telah melakukan pencabulan anak di bawah umur,"  sebut kasat Reskrim AKP Ilham Indarmawan, Selasa (9/4).

Lebih lanjut dikatakan, selama menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Payakumbuh, oknum guru honorer tersebut mengakui sudah memangsa 12 orang murid prianya. Pelecehan dan tindak kekerasan seksual menyimpang itu, telah dilakoninya sejak tahun 2017 lalu.

"Tersangka sudah mengakui perbuatannya dan mengatakan telah memangsa 12 orang murid prianya. Dia menjalankan aksinya itu sejak 2017 lalu," kata dia.

Baca Juga: (Sodomi Belasan Murid, Guru Honorer SD di Limapuluh Kota ini Dikepung Massa)

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Metrans, tersangka tak hanya memangsa para korban yang duduk di bangku SD. Menurut pengakuan salah seorang korban yang pernah disodomi tersangka, korbannya sudah ada yang menduduki bangku SMP dan SMA. Ironisnya, oknum guru itu juga mengancam tidak akan memberi nilai sang murid jika tak ingin menuruti perintahnya. Dia juga melarang siswanya untuk tidak bercerita terkait peristiwa itu kepada siapapun.

"Muridnya ini ada yang mau marah, tapi diancam tidak dikasi nilai, nilai akan dikurangi, nilai akan dijatuhkan hingga ijazahnya akan ditahan. Dengan ancaman itulah guru FY melancarkan perbuatanya sampai tidak boleh menyebut kepada siapapun," kata dia. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru