oleh



Partai Demokrat Beri Sinyal ke Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019 Mendatang

SENTUL (Metrans) 
Ketua Umum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono memberi sinyal untuk membangun koalisi dengan calon Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Sinyal itu disampaikan SBY -- panggilan akrab mantan Presiden ke-6 RI itu ketika memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3) pagi. Rapimnas itu dibuka langsung Presiden Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi itu didampingi Menteri Koordinator Polhukam Wiranto dan Mendagri Tjahyo Kumolo.

"Kami sangat yakin bahwa Pak Jokowi akan sukses melewati masa akhir jabatan sekarang dengan menguatkan pertumbuhan ekonomi. Dan, bukan tidak mungkin pula Partai Demokrat akan berjuang bersama Pak Jokowi dalam pemerintahan selanjutnya melalui koalisi pada Pilpres 2019," kata SBY yang disambut riuh hampir 15 ribu kader Demokrat dari seluruh nusantara yang memenuhi SICC Sentul.


Menurut SBY, bila kerangka kebersamaannya tepat, maka kerjasama dalam bentuk koalisi akan bisa dicapai. Artinya, Demokrat akan ikut menyusun flatfrom dan agenda pemerintahan ke depan. Sontak, ucapan SBY disambut tepuk membahana dari hadirin.

Untuk itu, selain minta restu agar Demokrat juga menuai kemenangan pada Pemilu legislatif, SBY juga mendoakan agar Presiden Jokowi bisa membawa keberhasilan dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat tekanan ekonomi global yang terjadi saat ini.

SBY menyebut, pada saatnya nanti Demokrat akan mengumumkan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan didukung. "Pasti akan diumumkan, tunggu saja waktunya," kata SBY.

Demokrat Sejati

Presiden Jokowi sendiri juga tampil dengan guyonnya dan disambut gerr peserta Rapimnas. Kepala Negara menyebutkan bahwa bila mau menghadiri acara Partai Demokrat, dirinya harus bersiap selama setengah hari. 

"Mau memakai baju apa ya yang pas supaya tak kalah jauh dari penampilan Pak SBY?" Kata sang Presiden membanding Presiden sebelum dirinya itu.

Sekarang, lanjut Presiden, yang dihadapi bukan Pak SBY saja, tapi juga ada Agus Harimurty Yudhoyono. "Muda, ganteng, pintar dan juga rapi dalam berpakaian. Sementata saya begini begini aja," kata Jokowi.

Namun begitu, Jokowi menjelaskan bahwa dirinya yang sempat dituding sebagai diktator oleh pihak lain, namun pada hakikatnya adalah demokrat sejati. 

"Mana ada diktator tampang begini, saya itu sebenarnya demokrat," kata Presiden, sembari menambahkan, sesungguhnya dirinya beda tipis dengan Pak SBY. 

"Kalau beliau kan tambah satu, Demokrat dan Ketua Umum Partai Demokrat, sementara saya adalah seorang demokrat," katanya dengan renyah. Lagi-lagi tepuk tangan menggelegar.

Pada kesempatan itu, Jokowi mengingatkan agar kontestan Pemilihan Legislatif, kepala daerah dan presiden nanti saling menjaga sopan santun, tidak saling memfitnah, tapi mengemukakan ide dan gagasan.

Saat memukul gong tanda pembukaan Rapimnas, Jokowi meminta AHY selaku Kogasma Partai Demokrat berada di sampingnya, sementara SBY dengan Sekjen Demokrat Hintja Panjaitan berada pada sisi yang lain di depan Presiden. Adengan ini seperti mengingatkan banyak hadirin akan paslon Pilres ke depan yang bakal diusung. (*/@l)


Editor :  John Edward Rhony

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2018



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru