oleh

JUALAN NARKOBA

Pasutri dan Adik Ipar Diringkus Polisi, 2 Paket Sedang dan 3 Paket Kecil Sabu Disita

PAYAKUMBUH (Metrans)

Satresnarkoba Polres Payakumbuh meringkus seorang suami beserta istri dan adik iparnya di kediamannya, yang berlokasi di Balai Malintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (9/5) sekira pukul 11.00 WIB. Mereka ditangkap karena nekad menjual sekaligus mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Ironisnya, mereka nekad menjual barang haram itu dengan alasan kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tergiur dengan upah hasil penjualan narkoba itu. Menurut pengakuannya, bisnis haram ini sudah berjalan sejak dua bulan terakhir.


Masing-masing memiliki peran, sang suami S (44) dan istri YH (42), keduanya tinggal dan menetap di Balai Malintang, Nagari Sitanang, Kecamatan Lareh Sago Halaban. Sedangkan R (38) adik kandung YH, menetap di Naras, Pariaman.

S yang bekerja sebagai buruh pencari batu gunung ini terjerumus dalam bisnis haram ini sejak dua bulan lalu. Selain menjual sabu paket kecil seharga Rp100 ribu, dia juga ikut mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Sedangkan sang istri juga menjual paket kecil sabu dengan harapan dapat fee Rp50 ribu setiap paketnya.

S dan istrinya memperoleh barang haram itu dari adik iparnya R yang tinggal di Pariaman. Sementara R sendiri mendapatkan barang haram itu dari bosnya di Pekanbaru, Riau. R hanya diberi upah setiap berhasil menjual sabu paket sedang sebesar Rp500 ribu. Dia juga mengaku baru mulai bisnis sabu ini sejak dua bulan terakhir dan baru berhasil menjual 3 paket sedang.

"Memang saya memakai dan jual. Baru dua bulan ini saya memakai dan menjual. Barang saya dapatkan dari adik ipar. Saya terpaksa menjual sabu untuk mendapatkan uang guna keperluan belanja harian. Karena penghasilan saya sebagai kuli batu paling tinggi sehari dapat upah hanya Rp50 ribu," aku S dan istrinya. 

Sementara R, yang juga seorang janda dengan tiga anak mengaku tergoda jualan sabu karena imbalan yang besar. Uang yang didapatnya dari menjual sabu itu, untuk menghidupi ketiga anaknya.

"Saya tidak punya suami dan harus menghidupi tiga anak saya, sehingga saya berani menjual sabu dan saya dapat upah Rp500 ribu dari hasil menjual satu paket sedang. Dan ini yang ketiga kalinya saya jual kepada kakak saya. Barang saya dapat dari bos saya di Pekanbaru, Riau," akunya di hadapan penyidik Satresnarkoba Polres Payakumbuh.  

Dari hasil penangkapan, petugas menyita beberapa barang bukti berupa 2 paket sedang dan 3 paket kecil narkoba jenis sabu, uang hasil penjualan narkoba sejumlah Rp690 ribu dan dua telepon genggam yang digunakan untuk bertransaksi oleh tersangka.

Kasat Resnarkoba Polres Payakumbuh, Iptu Zulhendri didampingi Kabag Humas, Iptu Rika Susanto membenarkan telah menangkap suami istri dan adik istri karena menjadi penjual sekaligus pemakai narkoba jenis sabu.

"Memang kami baru menangkap sepasang suami istri dan seorang adik istrinya sebagai kurir. Dan suaminya inisial S, juga memakai narkoba jenis sabu. Ketiganya diamankan di rumah S di Balai Malintang. Jadi yang memesan barang kakaknya dan adiknya membawakan barang untuk di jual oleh kakak dan suaminya di Lareh Sago Halaban," sebut Kasat Resnarkoba Iptu Zulhendri. 

Kini ketiganya bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Payakumbuh guna pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya terancam pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukum penjara maksimal 20 tahun. (li2)


Tag:

COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru