oleh



Pelanggan Keluhkan Layanan PLN Balai Selasa

PAINAN (Metrans) 

Masyarakat terutama yang berada di Kecamatan Sutera, Kecamatan Lengayang dan Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mengeluhkan layanan PLN setempat.

Yang menjadi keluhan paling banyak adalah banyaknya meteran pelanggan yang rusak.


Anehnya, pelanggan sudah melaporkan perihal itu tapi tidak digubris PLN Balai Selasa.

Seperti yang terjadi baru -baru ini dialami pelanggan bernama Syair di daerah Kampung Rangeh Nagari Kambang Barat Kecamatan Lengayang.

Ia mengaku sejak meterannya diganti ke sistem prabayar, dia harus membeli token dua kali lipat dari biasanya.

"Dulu saya membeli token Rp20,000,-/minggu tapi sebulan terakhir ini meteran kami error. Token senilai Rp20 ribu tak habis habis, kan aneh. Karena khawatir maka saya beritahukan kepada petugas PLN, kemudian petugas dari PLN ranting datang membongkar meteran yang lama kemudian mereka memasang kabel tanpa melalui meteran alias loose watt dan itu berlangsung selama 2 bulan," aku Syair.  

Setelah 2 bulan, kata Syair lagi, barulah pihak PLN meminta uang sebesar Rp450.000,-sebagai biaya pemakaian selama 2 bulan beserta denda dan kalau tidak mau maka lisrik akan dicabut," katanya 

Ia menceritakan, setelah melalui negosiasi maka disepakati Syair membayar Rp350.000,-

Manajer PLN Ranting yang dikonfirmasi Metrans mengatakan bahwa pihaknya sudah tahu banyak sekali meteran pencatat arus tersebut yang rusak, tapi masyarakat tidak melaporkan.

"Makanya kami biarkan saja dan setelah bertahun -tahun baru kami ambil tindakan dengan membayar tagihan dan denda yang cukup tinggi  dan memberatkan biar kapok," imbuhnya. (ndi)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru