Pembangunan Fisik dan Pungli di Sekolah Disorot Anggota Dewan

Anggota Komisi IV DPRD Kota Padang, Dian Anggraini Oktavia.

PADANG (Metrans)

Banyak sekolah di Kota Padang, terutama Sekolah Dasar (SD) dan  Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang bangunannya tidak memenuhi syarat. Kebutuhan fisik ini sangat penting dipenuhi bagi sekolah-sekolah tersebut.

“Saya miris sekali. Di daerah Padang Selatan, misalnya, masih ditemukan sekolah yang sangat kekurangan bangku sehingga murid-muridnya terpaksa duduk di lantai saat belajar. Pertanyaan Saya, kemana perginya Dana Alokasi Khusus yang sebenarnya secara langsung diterima oleh murid perorangan atau yang masuk langsung ke rekening kepala sekolah? Apa tidak digunakan untuk pembangunan sekolah?” ungkap anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang dari Partai Nasional Demokrat, Dian Anggraini Oktavia pada Metrans, Selasa (27/02).


Untuk kebutuhan pembangunan fisik sekolah, Dian tegas, Pemko perlu memberi support lebih ke pihak sekolah.

“Untuk kebutuhan fisik, Saya tidak setuju jika dibebankan kepada siswa, dalam hal ini wali murid. Pungli tidak diperbolehkan. Kita harus ikuti aturan. Dana yang masuk sebenarnya kan banyak. Bahkan juga ada Pokir anggota Dewan. Pemko harus mendorong kelengkapan fisik sekolah ini, selain menanggung kebutuhan honor pegawai,” ujar Dian.

Menyorot pungli di sekolah, Dian tidak mentolerir berbagai pungutan berdalih sukarela. Bahkan, berdasarkan temuan lapangannya, ada sekolah yang mewajibkan muridnya membeli buku atau LKS. “Jika tidak dibeli, tidak bisa ikut ujian. Termasuk di sekolah anak Saya,” katanya mendelik.

Dijelaskan, bagi sekolah swasta memang diperbolehkan untuk adanya kegiatan membeli buku di luar ketentuan yang ada, namun sekolah yang bersangkutan tidak menerima dana BOS.

“Parahnya, di tingkat SLTP, banyak pungutan dengan dalih sumbangan sukarela, tapi jumlah malah ditetapkan. Ada lho yang jumlahnya mencapai Rp2.5 juta,” kata dia.

Dian mengatakan, Komisi IV DPRD Kota Padang berusaha mendapat data lengkap terkait hal ini.

“Kita akan diskusikan dengan Kepala Dinas, terutama soal pungli yang makin marak di sekolah,” pungkas Dian. (yyn)

 

 


Jangan Lewatkan