oleh

BUPATI TANAH DATAR :

Pemberian Vaksinasi Campak dan Rubella untuk Sementara Dihentikan

BATUSANGKAR (Metrans)

Maraknya kontroversi atas rencana pemerintah melakukan eliminisi penyakit campak Measles Rubella (MR) melalui imunisasi menuai polemik. Status vaksin yang belum terverifikasi halal membuat masyarakat ragu.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar akhirnya menyambil kebijakan menunda sementara pelaksanaan vaksinasi campak dan rubela. Hal ini dilakukan karena belum adanya sertifikasi halal yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).


"Kami menghentikan sementara hingga keluarnya edaran atau fatwa dari MUI. Mulai senin, seluruh aktifitas pelayanan vaksinasi campak dan rubella di Tanah Datar akan dihentikan," ucap Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi Minggu (5/8) kepada awak media di Indo Jalito Batusangkar.

Bupati tambahkan, mulai senin (06/08) besok, seluruh petugas kesehatan yang datang kesekolah sekolah, puskesmas, rumah sakit tidak lagi akan melayani vaksinasi tersebut.

Penghentian pemberian vaksin MR tersebut karena adanya kesepakatan antara MUI dengan Menteri Kesehatan yakni untuk pelaksanaan vaksin campak dan Rubella di tunda pelaksanaannya sampai ada keluarnya fatwa MUI untuk kelanjutannya atau ada keputusan lain seperti dilarang atau ditunda.

Sementara itu, bagi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi dihimbau untuk tidak terlalu cemas atas penghentian sementara vaksinasi campak dan rubella ini. “Bagi anak yang telah tervaksin tidak akan mempengaruhi kesehatan tubuh sang anak. Pasalnya, Hal ini telah dijamin oleh pemerintah dan himbau untuk tenang,” imbau bupati.

Kepada instansi terkait, Dinas Kesehatan serta sampai kepada camat saya imbau untuk menyampaikan hal ini kepada masyarakat agar tidak terjadi polemik dan simpang siur informasi kepada masyarakat.

Sementara Sekretaris Umum MUI Tanah Datar Afrizon menambahkan jika penghentian ini terkait vaksin yang berasal dari luar negeri atau India. Untuk itu, perlu sebuah kajian dari LPP POM MUI, layak atau tidaknya vaksin tersebut dikonsumsi oleh umat Islam.

"Ini bukan dihentikan, melainkan penundaan sementara. Jika tidak ada aral melintang, MUI Pusat akan mengeluarkan fatwanya terkait vaksinasi campak dan Rubella ini pada 8 Agustus esok," ujar Afrizon.

Kepada bupati Tanah Datar saya sampaikan ucapan terima kasih atas tanggapan dari masyarakat melalui MUI tentang kehalalan vaksinasi campak dan Rubella, dan pemerintah daerah menanggapi dengan ditundanya pemakain vaksin tersebut sampai ada keputusan dari MUI pusat bersama Menteri Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar dr. Ermon sampaikan dikabupaten Tanah Datar sebanyak 8.072 anak yang telah melakukan vaksinasi atau persentase pencapaian 8,75% dari total 92.253 anak yang akan di vaksin di Tanah Datar.

"Kami selaku pelaksana kegiatan akan menghentikan sementara sesuai dengan instruksi bupati, dan akan meneruskan kepada petugas kesehatan yang datang kesekolah-sekolah tidak terkecuali Rumah Sakit, Puskesmas dan tenaga medis lainnya mulai hari Senin(6/8)," tambahnya. (eri)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru