oleh

DITANGKAP POLISI DI KEDIAMANNYA

Pembunuh Nenek Mariana di Air Haji Ternyata Cucunya Sendiri

PAINAN (Metrans)

Tidak sampai 24 jam, kasus Mariana, 65 (bukan Maria-red), seorang ketua julo-julo dan koperasi simpan pinjam ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, di Kampung Muaro Air Haji, Kenagarian Pasar Lama Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan sekitar pukul 09.00 WIB pada Jumat lalu (11/1) berhasil diungkap Polres Pessel.

(Baca juga: Diduga Korban Perampokan, Maria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya)


Toni Saputra, tersangka yang menghabisi Mariana, (10/1) harus menjalani hidupnya di dalam jeruji besi setelah dibekuk polisi Jumat malam (11/1) sekitar pukul 21.30 Wib dikediamannya itu, ternyata korban masih ada hubungan keluarga (nenek) dengan tersangka.

Polres Pessel saat menggelar pers release di ruang unit PPA Reskrim Polres Pessel, Senin (14/1) pukul 15.00 Wib mengungkapkan, motif pencurian disertai pembunuhan dilakukan oleh Toni hingga timbul niatnya menghabisi nyawa korban Mariana, Sabtu (11/1) pukul 21.30 Wib teryata karena tuntutan ekonomi kehidupan.

Berdasarkan keterangan sementara dari tersangka, kata Kapolres Pessel AKBP. Fery Herlambang, S,iK melalui  Kasubag Humas AKP. Khairul Daud, didampingi Kasat Reskrim AKP. Elizabet dan KBO Reskrim Ipda Aguswanto, serta jajaran Polsek Linggo Sari Baganti, sebelum menghabisi nyawa nenek nya sendiri tersangka masuk lewat atap rumah, dan langsung masuk ke ruang tengah.

"Ketika itu neneknya sedang tertidur, di dalam rumah langsung masuk ke kamar. Yang mana tersangka sudah sering datang ke rumah korban," ujarnya.

Diterangkan,  tidak dapat uang didalam rumah timbul niat lain saat melihat neneknya memakai perhiasan kalung, gelang dan cincin. Dan, ketika itu tersangka membekap mulut korban menggunakan bantal dan kain.

Karena neneknya meronta, tersangka langsung memukuli berulang kali bagian leher belakang hingga korban terpental ke lantai dan mengeluarkan darah dari kepala belakang.

“Tersangka langsung kabur dengan membawa sejumlah perhiasan melalui pintu belakang rumah menggunakan sepeda motor, dan tidak peduli lagi kondisi neneknya tersebut,”  jelasnya

Penyidik mendapatkan sejumlah barang bukti yang digunakan tersangka di TKP untuk menghabisi nyawa neneknya sendiri, yaitu sebuah bantal, selendang dan satu helai baju tersangka.

Selain itu, dari tangan tersangka juga berhasil disita beberapa perhiasan, seperti kalung dan gelang dan uang Rp1,5 jt sisa dari penjualan 2 buah cincin milik korban Rp2,5 juta serta kendaraan roda dua jenis mio dipakai tersangka kabur.

“Penyidik Reserse Polres Pessel masih melakukan proses selanjutnya, untuk kemudian dilakukan olah TKP,” katanya. (fdl)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru