Pemkab Limapuluh Kota Kacau, Kadis dan Sekda “Kembar”

SARI LAMAK (Metrans)

Buntut dilantiknya kembali Yendri Thomas sebagai Sekdakab Limapuluh Kota oleh Wakil Bupati Ferizal Ridwan membuat para pegawai di lingkungan kantor Bupati setempat kebingungan. Pasalnya tidak tahu ke Sekda yang mana harus minta tandatangan, karena Plt. Sekda M. Yunus masih menjabat.

“Bingung, hendak menghadap Sekda yang mana. Pak Yendri sudah dilantik tapi pak Yunus sebagai Plt. Sekda masih menjabat,” ujar seorang staf Pemkab Limapuluh Kota ketika bersirobok dengan Metrans di lorong menuju ruang Sekda.


Setelah Yendri dilantik kembali sebagai Sekda, ternyata Plt. Sekda M. Yunus tidak menerima surat pemberhentian dirinya. Tentu saja ia tetap bekerja sebagaimana biasanya di ruang kerja Sekda.

Untungnya, Yendri Thomas –Sekda versi Ferizal Ridwan—tidak memaksakan diri pula masuk ruang kerja Sekda. “Kalau ia masuk pula ke dalam tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi dalam ruang Sekda itu,” kata seorang rekan wartawan di kantor bupati, Senin (21/8).

Meskipun Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, telah mengembalikan jabatan Yendri Tomas, namun usai apel pagi Senin (21/8), Yendri Tomas tidak masuk ke ruangan kerja Sekda.

Pemandangan berbeda terjadi di kantor Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura yang kepada dinasnya dijabat oleh Plt. Eki H.Purnama. Menurut sejumlah pegawai dinas tersbeut, Khalid, yang dilantik Wakil Bupati sebagai Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura, justru terlihat masuk ke kantor tersebut dan mengumpulkan sejumlah kabid dan staf dan menyatakan bahwa dirinya mulai Senin (21/8) menjabat sebagai Kepala Dinas.

Eki H. Purnama yang dihubungi Metrans di ruang kerjanya, Senin (21/8) membenarkan jika Khalid yang dilantik Wakil Bupati Ferizal Ridwan, sebagai Kadinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura pagi itu memang sudah masuk kantor.

“Benar, tadi pagi saya dapat informasi Pak Khalid sudah masuk ke kantor ini dan kepada sejumlah Kabid dan staf dia menyatakan bahwa dirinya menjabat sebagai Kadinas. “Tapi, sayangnya saya tidak bertemu dengan dia, karena saya sedang rapat koordinasi dengan Plt. Sekab M. Yunus,” ungkap mantan wartawan Harian Singgalang itu.

Diakui Eki H. Purnama, meski Khalid manyatakan sudah dilantik sebagai Kadinas, namun sesuai perintah Plt. Sekab M. Yunus, Eki memiliki kekuatan hukum yang sah pula sebagai Plt. Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura.

“Sesuai hukum saya diberi amanah sebagai Plt. Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura. Untuk itu saya akan tetap memegang amanah itu sampai SK Plt saya sebagai Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura dicabut bupati,” sebut Eki H. Purnama.

Untuk mengatasi tidak terjadinya kekacauan administrasi di Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura ini, aku Eki H. Purnama, dia mengaku sudah mengumpulkan seluruh Kabid dan staf untuk mematuhi himbauan yang disampaikannya sebagai Plt Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura.

 “Jika nanti, Pak Khalid tetap mengakui bahwa dia sebagai kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura yang sah, maka saya belum bisa menerima dan tidak akan memberikan tugas-tugas kedinasan kepada yang bersangkutan sampai SK Plt yang diberikan bupati kepada saya untuk menjabat kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Holtukultura dicabut,” ulas Eki H. Purnama dan sekaligus mengakui sejak terjadinya kisruh jabatan ini, pelayanan masyarakat dan aktifitas kantor masih berjalan seperti biasa.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan Plt. Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Arneta Budi Putra. Menurutnya, Deswan Putra yang telah dilantik oleh Wakil Bupati sebagai kepala BKD, Senin pagi usai apel sudah masuk ke kantor BKD Limapuluh Kota yang berada dilantai III kantor bupati setempat.

“Pak Deswan Putra memang sudah masuk dan bahkan sempat mengumpulkan sfat dan menyatakan dirinya menjabat sebagai kepala BKD,” ujar Arneta Budi Putra.

Diakui Arneta Budi Putra, walaupun Deswan Putra sudah masuk kantor dan mengaku sebagai kepala BKD, namun sebagai pemegang amanah yang sah sebagai Plt. Kepala BKD sesuai SK Bupati, Arneta Budi Putra, dia mengakui tidak akan memberikan jabatan yang diamanahkan Bupati itu kepada Deswan Putra.

“Saya akan tetap menjalankan amanah sebagai Plt. Kepala BKD sampai SK Plt yang diberikan kepada saya itu dicabut oleh Bupati,” ujar Arneta Budi Putra.

Ulah kontroversi pelantikan yang dilakukan Wabup Ferizal Ridwan saat Bupati Irfendi Arbi ke Tanah Suci memang membikin banyak orang berkerut keningnya. Gubernur Irwan Prayitno tak kurang murka pula dibuatnya, ia menyatakan bahwa pelantikan yang dilaksanakan Ferizal adalah tidak sah.

“Dia memang menghadap saya melapor akan melantik pejabat, tapi tidak ada saya beri izin melantik Sekda dan pejabat lainnya,” ujar Gubernur.  Bahkan Mendagri Tjahjo Kumolo sudah menyatakan pelantikan itu sebagai cacat prosedur.

Koordinasi Kacau

Jalannya aktifitas kantor Bupati Limapuluh Kota memang kacau. Koordinasi sulit dilakukan karena ada ‘dua matahari’. Seperti diungkap di atas, tak hanya di kantor Bupati tapi juga di Dinas Pertanian dan BKD.

Senin apel pagi  suasana  tampak  seperti biasa, banyak kepala OPD bersama staf di halaman ikut upacara, usai upacara Kepala OPD diboyong Wabup Ferizal Ridwan menuju daerah terisolir meninjau proyek pembenahan jalan di Kapur IX.

Para wartawan ingin memastikan siapa yang berada di ruang kerja Sekda. Diperoleh informasi bahwa pagi usai apel, M. Yunus masuk ruang, sedang Yendri Thomas tidak terlihat menghampiri ruangan itu.

Para staf yang ingin melapor atau melakukan koordinasi dan sebagainya jadi terhambat dengan iklim yang tidak kondusif di lingkungan Pemkab Lima Puluh Kota ini. Bahkan termasuk di DPRD pun suasananya tidak seperti biasa. Semua orang saling berbisik mengenai apa yang tengah terjadi di Limapuluh Kota ini.(li2/syn)


Jangan Lewatkan