UNTUK PROGRAM KESEJAHTERAAN RAKYAT

Pemkab Pessel Berencana akan Potong Dana Sertifikasi Guru

Ilustrasi

PAINAN (Metrans)
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berencana akan memotong dana sertifikasi guru dalam bentuk zakat demi meningkatkan program kesejahteraan masyarakat dalam bentuk kegiatan bedah rumah tidak layak huni serta pemberian beasiswa bagi pelajar kurang mampu didaerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Zulkifli, mengatakan dalam kegiatan tersebut pihaknya akan menggandeng Badan Amil Zakat Pessel, sebagai pengumpulan akhir dari anggaran yang terkumpul.

"Jadi kami dari dua Instansi yakni Kemenag, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak memegang keuangan yang telah dikumpulkan, semuanya kita serahkan kepada BAZ," ungkapnya, Selasa (2/5) di Painan.


Dia mengatakan, masih banyak hal kecil yang dapat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pessel, salah satunya melalui Dana Sertifikasi Guru, dimana dana sertifikasi guru dalam satu triwulan mencapai sekitar Rp5 miliar, maka jika dipotong sebanyak 2,5 persen maka per tahunnya akan terkumpul zakat sekitar Rp2 miliar.

"Tentu saja hal ini sangat mendukung kegiatan terhadap ratusan rumah tidak layak huni dan juga bantuan beasiswa bagi pelajar kurang mampu," terangnya

Lanjutnya, dikatakan, untuk menggenjot jumlah sumbangan yang akan dicapai, pihaknya juga telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Pesisir Selatan dan mereka  merespon positif.

"Pejabat di instansi tersebut juga telah sepakat dan kami perkirakan per triwulannya mereka bisa menghasilkan zakat ratusan juta rupiah," jelasnya

Sementara itu, Kepala Baznas Pesisir Selatan, Yuspardi, ketika dihubungi melalui ponsel menyebutkan, pemotongan zakat dana sertifikasi guru merupakan salah satu langkah yang baik dalam mendongkrak penerimaan zakat di kabupaten itu.

Saat ini, kata dia, lembaga yang secara khusus untuk mengelola zakat di Kabupaten Pesisir Selatan, hanya berasal dari gaji Aparatur Sipil Negara yang pertahunnya mencapai Rp3,66 miliar.

"Jika pengaplikasiannya maksimal maka kami akan mengelola dana zakat lebih dari Rp6 miliar pertahunnya, tentu saja akan berdampak baik kepada penerima zakat," katanya.

Menurutnya, pemotongan zakat dana sertifikasi guru direncanakan akan dilakukan pada bulan Mei 2017 sebesar Rp2,5 persen, namun pemotongan akan disesuaikan dengan jumlah atau kriteria gaji masing-masing guru.


Jangan Lewatkan