oleh



Pemuda Merupakan Potensi Pemilih yang Besar di Indonesia

PADANG (Metrans)
Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Sumbar M. Mufti Syarfie mengatakan, pemuda menjadi potensi pemilih besar di Indonesia, sehingga ke depannya dapat menjadi penentu masa depan bangsa.

"Untuk itu, pemikiran pemuda penting disinergisitaskan untuk pembangunan bangsa, sehingga pembangunan itu punya karakteristik tersendiri,” ujar M. Mufti Syarfie saat menjadi pembicara pada diskusi “Sinergisitas Pemikiran Generasi Muda Turut Serta dalam Pembangunan di Sumbar dalam Menjaga Keutuhan NKRI” di Hotel Kyriad, Senin (4/2).

Dalam diskusi yang juga menghadirkan pembicara Akademisi UNP, Reno Fernandes dan dihadiri tokoh muda dan elite organisasi kepemudaan di Sumbar itu ditegaskan Mufti, soal NKRI sudah final, karena selagi masih tercantum dalam UUD 1945, empat kali amandemen NKRI tidak boleh diutak-atik.


“Itu komitmen bangsa pasca reformasi 1998 lalu,” ujar mantan anggota KPU Sumbar tiga priode berturut-turut ini.

Terkait agenda demokrasi pada tahun politik saat ini, menurut Mufti Pemilu adalah median untuk memilih pemimpin yang paham demokrasi, dan ini menjamin makin kuatnya bingkai NKRI sebagai komitmen bangsa kita.

“Pemilih pemula harus ambil bagian dalam memilih ke TPS (tempat pemungutan suara), jangan enggan ke TPS, karena nasib bangsa kedepan ada dicoblosan anak muda di TPS itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Subdit I Ditintelkam Polda Sumbar AKBP Jufnedi yang juga hadir dalam diskusi itu mengatakan, Pemilu tidak bisa dianggap rutinitas demokrasi belaka, Pemilu menjadi proses kunci keberlangsungan pembangunan nasional.

“Pemilu merupakan tonggak terhadap kelangsungan pembangunan di Indonesia, tentu Sumbar juga bagian dari peta pembangunan nasional. Tujuan pembangunan pasti tetap dengan samangat menjaga NKRI, sebagai komitmen semua anak bangsa,” ujar Jufnedi.

Menurut mantan Wakapolres Solok ini, Polri tetap komit menjaga dan mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 dengan mengamankan semua tahapan Pemilu dan Pilpres sampai pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terplih.

Dikatakan, dari pantauan kepolisian kondisi jelang Pemilu dipastikan makin alot, padahal Pemilu merupakan bagian penting kelanjutan pembangunan nasional.

“Bumbu-bumbu di media sosial termasuk dominan memicu kondisi panasnya suasana jelang Pemilu, dan Polri telah memiliki antisipasi termasuk mengajak peran pemuda untuk cerdas dalam memaknai dan share informasi Medsos. Jangan menjadi pemuda yang punya berandil menyebar konten hoax dan SARA serta ujaran kebencian di Medsos, apalagi sampai memproduksinya,”ujar Jufnedi (*).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru