oleh



Penampilan Cukup Memuaskan, PSP Evaluasi Pemain

PADANG (Metrans)
Meski gagal meraih kemenangan dalam melakoni laga dalam turnamen sepakbola Persikalis Cup 2017, namun manajemen PSP Padang sangat puas dengan penampilan para pemain PSP U-23 yang akan diturunkan dalam Liga III, April mendatang.

"Dari awal kami tidak menargetkan apa-apa kepada para pemain. Ajang ini murni kami jadikan sarana ujicoba bagi pemain yang baru terbentuk beberapa hari. Secara keseluruhan kami sangat puas dengan penampilan para pemain. Saat ini kami tinggal membenahi beberapa kelemahan. Kami optimistis tim ini bisa bersaing di Liga III," ujar manajer PSP Agus "Abien" Suardi.

Dalam turnamen ini, PSP hanya mampu menduduki posisi keempat, setelah dalam dua kali laga, Arief Staria dkk harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. Pada laga perebutan tempat ke-3, PSP yang laga sebelumnya harus mengakui keunggulan tuan rumah, kembali gagal meraih kemenangan, usai ditaklukan Nabil FC 1-2.  


Awal-awal babak pertama berlangsung. Duel berlangsung relatif seimbang, saling meraba kekuatan. Bermain diterik panas matahari pukul 14.00 WIB, aliran bola yang dilancarkan banyak berkutat di area tengah lapangan. Hal ini mempengaruhi determinasi yang dilancarkan kedua kesebelasan.
Memasuki lima belas menit berjalan. PSP perlahan mengendalikan jalannya pertandingan. Kedua tim mulai menaikan tempo. PSP menekan pertahanan Nabil FC lewat dua sisi sayap yang dihuni Soni Hendriawan dan Yohandes Saputra.

Beberapa peluang tercipta lewat tusukan Sahrul Akmal sisi kiri kotak pinalti Nabil FC. Sebuah sepakan lambung tipis diatas mistar. Kans Wisnu Wardhani juga nyaris berbuah gol. Tembakan keras dari luar garis 16 menyamping dikanan gawang.

Nabil FC bukannya tanpa peluang. Satu peluang hampir mebuka keunggulan. Akselerasi yang dilakukan Usman berhasil melewati tiga pilar pertahanan PSP. Beruntung tembakannya terhadang sergapan Abdul M. Rival, kiper tim ibukota Sumatera Barat ini.

Selepas itu, PSP merespon cepat. Sepakan jarak jauh Yopi Rizal membentur mistar. Namun tak lama berselang babak pertama usai, kedudukan bertahan 0-0.

Lepas turun minum, babak kedua baru saja berjalan semenit, Nabil FC menciptakan gol pertama, melalui pemain bernomor punggung 15, Dodi yang memanfaatkan bola liar didepan kotak pinalti PSP. Tendangan first time menjebol pojok atas gawang PSP. Skor 0-1, Nabil FC unggul.

Kecolongan, PSP langsung meningkatkan intensitas serangan. Berkali-kali peluang emas tercipta. Sayang, sepakan Wisnu dan Kevin, sering kali melenceng tipis dari sasaran.

Asyik menyerang, Nabil justru memperbesar keunggulan, 2-0. Kesalahan barisan pertahanan dalam mengalirkan bola, diserobot pemain Nabil FC. Sepakan Romel di dalam kotak pinalti membobol gawang Rival.

Leading dua gol, Nabil FC memperkuata pertahanan. Strategi menumpuk pemain di dalam daerah berbahaya terbukti ampuh. Bombardir peluang PSP kerap terbentur pemain Nabil FC.

Tidak hanya itu, Nabil FC mampu mengembangan permaian lebih dingin dan lugas memanfaatkan tekanan psikologis dan keegugupan pemain PSP dalam menjaga transisi permainan yang dikembangakan. Ruang terbuka di area sepertiga mereka gagal dimanfaatkan pemain PSP yang justru terburu-buru melakukan passing dan crossing silang ke sisi kosong Nabil FC.

Tetapi di menit ke-85′, PSP mendapatkan kesempatan terbaik, tendangan salto Wisnu dengan susah payah masih bisa ditepis Cancan, penjaga gawang Nabil FC.

PSP tak menyerah, bertubi-tubi penyerangan dengan hanya meninggalkan dua pemain bertahan di jantung pertahanan sendiri akhirnya berbuah pinalti usai Kevin dilanggar oleh kapten tim Nabil FC, Arid di dalam kotak pinalti setelah menang duel udara.

Yopi Rizal yang menjadi eksekutor PSP, mampu menunaikan tugas dan memperkecil skor, 1-2. Namun dengan waktu tambahan dua menit tersisa, Nabil FC tak mau lengah, sembilan pemain melapisi area berbahaya mereka. Taktik itu berhasil meredam agresifitas pemain PSP hingga babak kedua usai, kedudukan tidak berubah 1-2 untuk kemenangan tim Pelalawan.

Sehabis pertandingan, pelatih kepala PSP Padang Joni Effendi mengakui skuadnya gagal menuai hasil maksimal dalam dua kali pertandingan di Bengkalis ini.

“Anak-anak hari ini performanya tidak maksimal. Transisi dan komunikasi bermasalah,” katanya.

Menurut Joni pengalaman tampil di turnamen Persikalis Cup 2017 di Bengkalis ini menjadi catatan penting jajaran teknis guna lebih intensif menyiapkan materi dan komposisi pemain PSP Padang sebelum benar-benar turun di ajang kompetisi nasional, Liga 3, April – Agustus mendatang.

“Tapi saya tetap hargai perjuangan anak-anak. Mereka sudah berusaha. Secara hasil memang saya akui kita kalah. Tapi bagi tim yang baru berkumpul dua Minggu dan langsung bermain di turnamen ini, saya rasa ada progress positif,” tambahnya.

“Dua bulan kedepan, saya rasa waktu yang cukup untuk terus berbenah, baik disisi memperkuat materi pemain maupun mematangkan skema bermain” tutup Joni. (can)


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru