oleh



Pencuri L300 itu Miliki Kartu Pers SKM Buser

LIMAPULUH KOTA (Metrans)

Ternyata M. Yunus (45), seorang dari dua tersangka pelaku pencurian mobil jenis L300 di Limbanang, Kabupaten Limapuluh Kota, yang sempat menabrak istri pemilik mobil yang sedang hamil, dan akhirnya dibekuk Polres Limapuluh Kota, adalah oknum wartawan Surat Kabar Mingguan (SKM) Buser (Buru Sergap) terbitan Jakarta.

Berita tentang pencurian mobil L300 itu, sebelumnya telah dimuat Metro Andalas, pada Rabu (7/12).  


Pengakuan mengejutkan dari tersangka M. Yunus, warga Bukit Barisan, Tangkerang Timur, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau itu, terungkap ketika penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota tengah mendalami terkait pemeriksaan kasus curanmor tergolong sadis itu.

“Tersangka pelaku, M. Yunus, selain berprofesi sebagai wartawan, dia juga tercatat sebagai anggota Ormas Bela Negara, DPC Kota Pekanbaru. Hal itu terungkap dari Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Kartu Pers serta Surat Tugas yang dimiliki tersangka yang disita penyidik dari tangan tersangka pelaku M. Yunus,” ujar Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol Eridal didampingi Kabag Humas Polres Limapuluh Kota AKP Efrizul, Kamis (812).

Menurut Kompol Eridal, dari pengakuan tersangka M. Yunus dan Febie Saptono Putra, (29) beralamat di jalan Adinegoro 167 Kampai Kubu Karambia, Kecamatan Lubuak Sikarah, Kota Solok, pencurian mobil pick up L300 milik  korban Nanta (29), warga Limbanang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota itu, sudah direncanakan sebelumnya.

“Sehari sebelum mobil itu kami curi, kami sudah berada di tempat kejadian perkara. Namun, karena kondisi tidak mendukung, karena banyak orang, kami urung melakukan aksi pencurian dan baru berhasil dilakukan, Senin malam (5/12) sekitar pukul 01.30 WIB,” ujar M. Yunus kepada penyidik Satreskrim Polres Limapuluh Kota.   

Diakuinya, setelah mobil tersebut telah berhasil dia curi dan mesinnya sudah dinyalakan untuk dibawa lari, ternyata koban bersama istrinya terbangun dan langsung mengejar kami. “Karena istri korban mencoba menghalang-halangi mobil hasil curian itu, dia terpaksa kami tabrak,” aku M. Yunus.

Dikatakan Kompol Eridal, sebelum pelaku berhasil ditangkap, sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan anggota Polres Limapuluh Kota, hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap di jalur Sumbar-Riau.

“Pelaku berhasil kita tangkap setelah dihadang dengan mobil patroli di jalan raya Sumbar-Riau,” sebut Wakapolres Kompol Eridal.

Sementara itu, korban pemilik mobil, Nanta, yang sempat diwawancarai Metrans  Kamis (8/12) di Mapolres Limapuluh Kota, mengaku istrinya yang sempat terkapar setelah ditabrak pelaku, saat ini kesehatannya sudah membaik.

“Saya sudah periksakan kesehetan istri saya ke dokter, Alhamdulilah kesehatannya yang sedang hamil 8 bulan, tidak ada gangguan apa-apa. Kecuali, dia hanya menderita luka lecet akibat terseret mobil,” ujar Nanta.

Sementara itu Pemimpin Redaksi SKM Buser, Elvin Caeni, ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, tidak menampik M. Yunus adalah wartawannya. “Benar, M. Yunus adalah wartawan saya. Tapi, sejak dua tahun lalu, dia tidak aktif lagi sebagai wartawan SKM Buser,” ujar Elvin Caeni.

Pengakuan Elvin Caeni sangat berbeda dengan Surat Tugas yang dikeluarkannya untuk tersangka M. Yunus. Di dalam Surat Tugas yang diterbitkan Elvin Caeni selaku Pemimpin Redaksi SKM Buser, masa berlaku Surat Tugas yang diberikan kepada M. Yunus sebagai wartawan SKM Buser berlaku sampai 1 November 2016. (li2)

 

 


COPYRIGHT © METRO ANDALAS 2019



Komentar

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru